Kenapa Harus Benci Polisi…
Saat ada polisi, tak sedikit masyarakat yang langsung memberi komentar negatif tentang pekerjaannya. Tukang peras lah…tukang razia lah.. dan kalimat tak sedap lainnya. Pantas kah polisi di benci? Rasanya tidak fair!
Mana ada masyarakat biasa yang mampu berdiri di lampu merah berjam-jam mengatur lalu lintas jika lagi macet. Mana ada masyarakat biasa yang rela mengawasi SPBU saat padat antrian. Mana ada pula masyarakat biasa yang rela dihadapi resiko mati saat mengejar perampok, bandar narkoba? Hanya polisi yang bukan ‘masyarakat biasa’ itu yang sanggup.
Jadi kenapa harus mencemooh pekerjaan polisi? Kenapa harus mencibir mereka yang tengah berdiri di pinggir jalan mengatur jalan, kenapa pula harus memaki polisi yang gajinya kecil tapi pekerjaannya berat. Apa kita sanggup seperti mereka?. Mungkin memang ada yang ‘bandel’..tapi tak mungkin semua lah…
Ini yang aku rasakan hari ini. Saat mendapati seorang anak muda menyumpah serapah seorang polisi tua yang menangkapnya karena tak pakai helem dan spion. Aku jadi iba dengan Pak Polisi itu. Ini tak ada hubungannya dengan kekerabatan…karena tak satu pun keluarga ku atau keluarga suami ku atau keluarga mak bapakku yang polisi, tapi aku tiba-tiba merasakan…betapa menderitanya jadi polisi ….Happy B’Day Pak Polisi….
poto di atas aku curi dari hasil jepretan M Ridwan, fotografer jambi ekspres


Betul!! tak setiap polisi boleh di maki, dan tak setiap polisi tidak boleh di maki, like or dislike dikembalikan kembali pada kita. Kalau melanggar lalulintas yang salah adalah pengguna jalan, baiknya berkaca. Kenapa berani melanggar? kenapa juga polisi minta uang damai? Nggak semua polisi baik, nggak semua pengguna jalan juga taat aturan. So…lets kita kembalikan pada diri kita masing2. Mau jadi buruk atau baik? Salam Kenal.
saia wartawan kriminal, sering gaul ama polisi, ada polisi yang sangat baik, tapi ada juga yang nakal,,