Perjalanan ke Lokalisasi Pucuk Jambi (Part-2)

Posting Part-1, aku telah memberi gambaran tentang suasana di area Pucuk. Sejak perjalanan pertama pada tahun 2005 itu, secara berturut-turut setiap tahun aku menginjakkan kaki ke tempat yang penuh PSK ini. Tetap dengan tujuan yang sama yaitu meliput berita.

Posting kali ini, aku tak ingin banyak cerita tentang bagaimana para PSK yang ada di sini. Mengingat, menimbang, semua kita pasti juga sangat paham profesi mereka, pekerja seks yang melayani kepuasan pelanggan untuk mendapatkan uang. PSK di pucuk juga sama dengan PSK yang ada di lokalisasi lain. Ada yang paham dan sadar akan potensi terjangkit penyakit dan ada pula yang sebaliknya. Ada yang semangat saat digelar program vaksinisasi/ pemeriksaan kesehatan, ada pula yang ogah-ogahan.

Berhubung tak mau cerita panjang tentang PSK. Aku ingin langsung berkisah tentang sosok-sosok non PSK yang hidup, tinggal dan juga ikut bekerja di lingkungan lokalisasi Pucuk. Perjalanan beberapa kali ke sana telah membuat aku banyak bertemu dengan sosok istimewa ini. Tak kalah membuat kagum..mereka mampu bertahan hidup di tengah para perempuan yang setiap hari menjajakan kelaminnya untuk orang yang tak jelas asal usulnya.

Yup..lets move on….Berbicara tentang orang istimewa ….pertama yang aku temui adalah anak-anak para PSK. Mengapa aku katakan mereka istimewa? Pertama, karena kebanyakan mereka adalah korban para PSK. Kedua, karena pertemuan kami terjadi di sebuah Mushola. Di tempat ibadah bernama Raudhotul Jannah itu, aku menemukan hampir 50 wajah-wajah tanpa dosa tengah semangat belajar agama.

anak-anak itu...adalah anak PSK, germo, sebagian juga adalah anak mantan PSK Pucuk yang kini ditinggal pergi ibunya...

anak-anak itu...adalah anak PSK, germo, sebagian juga adalah anak mantan PSK Pucuk yang kini ditinggal pergi ibunya...

Awal menginjakkan kaki di pintu Mushola, aku langsung merasakan kecamuk yang luar biasa…merinding, terpana dan kagum. Dari informasi yang berhasil aku himpun, sebagian besar dari anak-anak ini adalah anak ”haram” yang tak diketahui siapa bapaknya, sebagian lagi adalah anak-anak yang ditinggalkan ibunya (eks PSK Pucuk yang kini hijrah entah kemana). ”Tapi ada juga diantara anak-anak ini yang hasil turunan baik-baik, mereka anak-anak pemilik rumah di sini,” seorang ibu muda pendampingku mencoba menetralisir perasan kacau balauku.

Sayang, anak-anak ini agak anti pati dengan orang asing. Aku tak bisa banyak berdialog namun bisa menikmati gerak-gerik mereka selama beraktivitas di dalam Mushola. Ada yang serius menunggu giliran ngaji dengan sang guru, ada yang menjahili temannya dan ada juga yang menyendiri. Sebagai tamu tak diundang, mereka malah sempat balik menontonku sambil cekikikan usai membisikkan sesuatu di telinga temannya. Seandainya itu bukan suasana pengajian, pasti sudah kukejar mereka untuk kupeluk..hahaha.

Meski PSK, germo, aku tetap salut dan berterimakasih karena tetap mengizinkan anak-anaknya mengetahui banyak tentang ilmu agama. Bahkan sebagian besar anak, ada yang mengenakan pakaian bagus, topi rajut putih bersih, jilbab yang berbunga-bunga, dan baju yang sangat rapi, pertanda orang-orang yang melepas mereka berangkat mengaji sangat tulus dan penuh dukungan. Momen ini yang membuat aku berpikir, bahwa PSK yang ada di Pucuk tetap lah manusia biasa, yang juga punya nurani untuk bisa menjadi lebih baik, terutama bagi penerusnya.

Lantas, siapa orang kedua istimewa yang pernah aku temui selama perjalanan ke Pucuk? Dialah guru mengaji di Mushola Raudhotul Jannah. Namanya Syarifuddin K, masih sangat muda dan berstatus mahasiswa di salah satu PTN Kota Jambi. Syarifuddin bukan lah warga Pucuk, pemuda istimewa ini berasal dari wilayah Jambi bagian barat yaitu Tanjung Jabung.

Syarifuddin K, Pemuda "cute" yang mengajar ngaji di Lokalisasi Pucuk

Syarifuddin K (tengah), Pemuda cute yang ikhlas mengajar ngaji di Lokalisasi Pucuk meski sempat ditentang orang-orang terdekatnya..

Dalam berbincangan singkat ku dengan Syarifuddin, diketahui ternyata mengajar ngaji telah ia lakukan sejak sekolah di SMK. ”Tetapi mengajar di lokalisasi Pucuk baru saya lakukan satu tahun terakhir,” ujarnya. Keputusan memilih lokalisasi Pucuk bukanlah keputusan tanpa hambatan, orang-orang dekatnya sempat protes. Untung, tujuan mulianya membuat semua lega yaitu ingin ikut membantu menyelamatkan masa depan anak-anak di Lokalisasi dengn pengetahuan dasar agama. Syarifuddin pun tak pernah mematok biaya mengaji bagi para orang tua di lokalisasi ini, semua diserahkan sesuai dengan keikhlasan.

Setiap hari keluar masuk lokalisasi, tak pula membuat Syarifuddin galau. ”Karena niat masuk ke sini bukan ingin macam-macam,” terangnya lagi. Setiap hari berselisih jalan dengan para PSK, tak pula membuat ia gentar. Meski awalnya sempat mendapat perlakuan sikap yang tak nyaman, lama-lama ia disambut dengan alamiah layaknya seorang guru mengaji.

Orang istimewa lain yang aku temui adalah YY, seorang perempuan muda yang memilih hanya jadi tukang cuci para PSK daripada menjadi PSK yang notabene uangnya tentu lebih banyak.YY saat aku wawancarai bertahan tak mau menyebutkan nama aslinya, dengan alasan ia tak ingin diekspose karena takut dengan pelanggan cuciannya. Maklum, saat bertemu YY aku banyak mengorek tentang pola hidup para PSK yang ada di sana.

YY bukanlah perantau dari jauh, dia warga Jambi yang masuk ke Pucuk karena rekomendasi salah satu temannya di tempat ini. Sebelum ke Pucuk, ia telah dijanjikan pekerjaan sebagai pembuat es batu dan tukang masak. Tak berapa lama, ia pun sempat diajak menjadi PSK. ”Saya langsung tolak!, kami memang orang miskin tapi tak mau jual ini!,” tegas YY sambil memegang bagian bawah pusarnya.

Pekerjaan tukang cuci ia pilih karena harus menghidupi tiga anak kakak perempuannya yang meninggal saat melahirkan bayi terakhir, sementara sang kakak ipar tak tahu kemana rimbanya. Tukang cuci PSK memang bukan pekerjaan yang enak, ada-ada saja hal aneh yang ia temukan di lingkungan kerjanya. ”Tapi ini kan pekerjaan halal, saya juga nyuci di tempat lain, rencana akan berhenti karena ada yang ngajak saya jadi tukang masak di rumah makan, tentunya bukan di sini,” terangnya dengan wajah berbinar.

suasana di Pucuk saat hari AIDS 2008 kemarin...lengang...

Suasana di Pucuk pada hari AIDS 2008 kemarin...lengang...

Lantas siapa lagi yang istimewa? Menurut ku tidak banyak. Di lokalisasi ini aktivitas menyimpang dari norma terlalu kental…sangat sulit menemukan yang istimewa. Jika boleh jujur..kebanyakn orang-orang yang aku temukan di sini…takut ku tatap wajahnya telalu lama…aku takut berpikiran terlalu jauh dan terlalu negatif. Doa ku…tak ada lagi PSK baru yang masuk ke sini…

Oh ya..jika tiba waktunya peringatan hari HIV/AIDS, Pucuk akan menjadi buru-buruan LSM dan pemerintah untuk diperhatikan. Maklum, di sini potensi bersarangnya virus mematikan itu sangat tinggi. Spanduk, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan cek sampel darah, dilakukan sebagai upaya menyadarkan para PSK. Bahkan PSK di pucuk diberi alternatif latihan ketrampilan jika mau berhenti menjadi PSK. Sayang…usaha itu lumayan sia-sia…para PSK lebih memilih tetap menjadi PSK dibanding jadi tukang jahit, tukang bordir, perangkai bunga atau apapun itu yang halal….jangan kan diajak keluar dari kehidupan PSK, diwawancara dengan janji data disimpan saja..susahnya minta ampuun…. ffhhh…semoga tuhan menyadarkan mereka suatu saat nanti…(***)

~ by donapiscesika on December 4, 2008.

40 Responses to “Perjalanan ke Lokalisasi Pucuk Jambi (Part-2)”

  1. jika mereka diberi peluang untuk memilih, semua pasti inginnya mereka dilahirkan tidak dari mahluk bernama PSK. Semua anak dilahirkan dalam keadaan suci. kalo menurut saya tidak berlaku istilah ANAK HARAM. Dimana letak hati kita ketika mengatakan anak itu anak haram? Saat lahir mereka tetep bayi yang suci koq. Sayangnya istilah Anak Haram ini mencuci otak siapapun. Dan ini berdampak turun temurun.

    Jika bisa berbicara, mungkin mereka tidak ingin terlahir dari ibu bernama PSK. Tapi adakah manusia yang bisa memilih takdirnya. Mereka sama seperti anak-anak lain, tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
    Ini tugas besar kita semua untuk membantu anak2 itu. Sehingga mereka tidak merasa terkucilkan, tidak merasa kehilangan sosok yang dituakan.

    Luarbiasa atas keberhasilan mas sarifudin. Perjuangannya layak di perhatikan semua lapisan masyarakat. Jangan biarkan dia berjuang sendirian.

    ====>>> JIKA BISA MEMILIH…MUNGKIN PAK DE BENAR…MEREKA TAK INGIN DILAHIRKAN DENGAN STATUS ANAK PSK. SOAL ISTILAH ANAK “HARAM”..AKU KUTIP DARI PEREMPUAN PARUH BAYA PENGHUNI PUCUK YANG KEBETULAN MENDAMPINGIKU KE MUSHOLA SAAT ITU…MENDENGAR ITU SUNGGUH SEBENARNYA AKU NGGA TEGA PAK DE…

    UNTUNG…SYARIFUDDIN PUNYA TRIK MENEPIS SEMUA ANGGAPAN MIRING TTG ANAK PSK..DENGAN CARA MEMBERI LANDASAN ILMU AGAMA YANG CUKUP DAN MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI MEREKA…

    SATU LAGI…SEMUA ANAK DIDIKAN SYARIFUDDIN DIANJURKAN MELAKUKAN SHOLAT DI DEPAN ORANG TUA MEREKA…DI RUMAH-RUMAH BORDIR YANG ADA DI PUCUK…TUJUANNYA UNTUK MENGGUGAH SI PENGHUNI….KELUAR DARI AKTIVITASNYA YANG SEKARANG….SEMOGA INI MEMBAWA HASIL

  2. Wah luar biasa liputannya mba, berani dan menggambarkan realitas kondisi di pucuk sana. juga gambaran karakter-karakter non psk yang memberikan kita pelajaran lainnya. ditunggu liputan-liputan selanjutnya, Mba. salam -japs-

    ====>>> THANKS MAS…SEMOGA KISAH HIDUP MEREKA MENGINSPIRASI KITA UNTUK TIDAK MELAKUKAN BANYAK KESALAHAN YANG MENGORBANKAN ORANG-ORANG TAK BERDOSA….THANKS…

  3. terharu saya melihat anak-anak itu mbak …
    ngga tau mesti ngomong apa.
    duh, bagaimana sebetulnya isi hati para orangtua mereka yaa ..

    ====>>> BENAR MAS…MENGETAHUI KEBERADAN MEREKA SAYA JUGA SEMPAT SHOCK…SEMAKIN SHOCK TERNYATA JUMLAHNYA JUGA SANGAT BANYAK…INFORMASI YANG AKU PEROLEH LEBIH DARI 250 ANAK-ANAK HIDUP DI LINGKUNGAN PUCUK…KEADILAN TUHAN YANG MEMBUAT MEREKA BERTAHAN MAS…

  4. jadi ceritanya pemerintah menghalalkan lokalisasi yakx? hmm

    ====>>>> MESKI ILEGAL…TAPI DIIZINKAN..MUNGKIN INI BISA DIKATEGORIKAN MENGHALALKAN YA? ITULAH PEMERINTAH KITA MAS…JIKA TELAH ADA KAITANNYA DENGAN POLITIK DAN KEPENTINGAN…SEMUA MENJADI RANCU DAN MEMBINGUNGKAN MASYARAKAT….

  5. Saya setuj dengan pak De, tidak ada anak haran. Semoga istilah ini tidak dipakai lagi, kasihan anak-anak itu yang tidak tahu apa-apa harus menyandang gelar yang tidak mengenakkan.

    Yang haram itu kelakuan orang tuanya. Itu sudah menjadi pilihan hidupnya mbak Donna. Jika mereka mau pekerjaan yang halah, buktinya YY bisa melakukannya walauun tidak berpenghasilan seperti sang PSK. Thanks

    ====>>>> BENAR MBAK…SAYA JUGA SEMPAT SANGAT KAGET…KENAPA PENGHUNI PUCUK JUGA MENYEBUTKAN MEREKA SEBAGAI ANAK HARAM…ANAK TAK BERTUAN…SEPERTI HARAPAN MBAK DAN HARAPAN KITA SEMUA…SEMOGA TAK ADA LAGI ISTILAH INI…SAYA PUN AKAN SANGAT HATI=HATI MENGUTIP KATA “JELEK” ITU…THANKS MBAK UDH KEMBALI MENGINGATKAN…

  6. orang seperti syarifuddinlah yang patut diberi gelar pahlawan!

    ====>>>> UNTUNGNYA MAS…DI LOKALISASI DAN DI MATA ANAK-ANAK DIDIKANNYA…DAN DI MATA SIAPA SAJA YANG MENGETAHUINYA (TERMASUK KITA)…IA TELAH DIPANDANG SEBAGAI SOSOK PAHLWAN MUDA…TP UNTUK MENDPAT PENGAKUAN DARI PEMERINTAH? SAYA RASA MASIH LAMA…MAKLUM..PEMERINTAH KITA LEBIH MEMANDANG PAHLAWAN SEBAGAI HAL YANG BERBEDA… :-)

  7. liputan yang sangat bagus,mbak.
    sosok Pak Sarifudin,mengingatkan saya pada seorang teman di bandung.
    Melihat foto2mu,aku merasakan betul bagaimana anak2 itu hidup pada lingkungkan seperti itu.
    Doaku,mereka kelak berhasil mengapai cita-citanya.
    Dan,pada akhirnya membangun daerah Pucuk yg lebih baik lagi.

    Bila,sudah tiba waktunya. Saya yakin mereka lambat laun akan melepaskan profesi yg saat ini mereka jalani. Semoga.

    Dan,walau bagaimanapun mereka adalah bagian dari kita juga.
    dan dengan apa kita berbaginya,banyak jalan utk itu.

    Yah,seperti yg di lakukan oleh, Pak Sarifudin itu.Salah satunya itu.
    ( moof maaf bila ada komen yg gak nyambung,maklum masih ngantuk,hehe…)

    ====>>>>AMIIIINNN…SEMOGA HARAPAN ITU BISA TERCAPAI YA MAS…THANKS TELAH TURUT MENDO’AKAN ANAK-ANAK YANG LUGU DAN TANPA DOSA ITU…..SEMOGA KELAK MEREKA AKAN LEBIH BAIK DARI KEADAANYA YANG SEKARANG…

    *tips biar ngga ngantuk…cuci muka dan minum air putih..hehe*

  8. Menurut aku, mereka bukannya tak punya pilihan. Pilihan selalu ada, tergantung mereka mau mengambilnya atau tidak. Sepanjang mau menjadi lebih baik dan berusaha ditambah berdoa, aku selalu yakin aakan ada jalan keluar dan kehidupan yang lebih baik selain menjadi PSK. Nice posting don :)

    ====>>>> BETUL MBAK IN…BUKTINYA KETIKA MEREKA DIBERI PENGARAHAN, PELUANG DAN JUGA BIMBINGAN DARI PEMERINTAH KOTA JAMBI…UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN LAIN…KEBANYAKAN PSK INI MENOLAKNYA DAN TETAP BERTAHAN DENGAN PEKERJAAN PSK…

  9. sosok Pak Syarifuddin, mungkin lebih tepat untuk menyandang gelar sebagai orang yang benar-benar berjihad.
    menyambung komentar di posting sebelumnya mbak, di Kilo 10 Timika pun saya jg dibuat merenung mendengar cerita ttg Ustadz yg berdiam di masjid dekat klinik kesehatan reproduksi PT Freeport. saya jadi merasa belum apa-apa dalam berbuat kebaikan. tentang kok saya gak digoda, itu krn saya pake mobil PT freeport, dan gak sempat melewati mbak-mbak disana. saya ada jg gambar-gambar di Kilo 10, cuma belum tega buat nayanginnya..
    kalau boleh menanggapi komentar mas Arul, salam kenal sebelumnya. saya kira masalah ini bukan masalah lokalisasi halal atau haram, buat saya sih hukumnya sudah sangat jelas.. cuma mungkin masih terlalu jauh untuk membuat kesimpulan itu. gimanapun juga itu realita yang ada di sebagian besar kota di negara kita.

    ====>>>> SAYA JUGA SEMPAT MERASA KECIL DAN MERASA BELUM BERBUAT APA-APA UNTUK BANYAK ORANG…KETIKA BERCERITA DAN BERHADAPAN DENGAN SOSOK PENTING SEPERTI SYARIFUDDIN…SEMOGA SAJA KESEMPTAN UNTUK BERBUAT BAIK SELALU BISA KITA MANFAATKAN DENGAN BAIK YA MAS..

    APAKAH PUCUK TEMPAT HARAM…MEMANG SULIT DIUNGKAPKAN…YANG JELAS DI SANA MEMANG BANYAK PEKERJAAN HARAM DI LAKONI….

  10. waduh kasin tu anak anaknya..buat aja yang mau..

    ====>>>> MESKI BANYAK DIKASIHANI…ANAK-ANAK DI SANA SANGATLAH SEBALIKNYA…TERKESAN TAK TERLALU INGIN DIKASIHANI…BUKTINYA SANGAT SULIT MENDEKATI MEREKA UNTUK SEKEDAR BERBAGI…MESKI DEMIKIAN MEREKA SANGATLAH CERIA, GEMBIRA DAN HIDUP TANPA BEBAN LAYAKNYA ANAK-ANAK YANG LAIN…SEMOGA JIKA SUDAH DEWASA KEHIDUPAN MEREKA MENJADI LEBIH BAIK ….

  11. Yang penting adalah bagaimana meembuat anak2 PSK ini kelak tidak memandang profesi PSK sebagai profesi yang mulia dan wajar. Dan itu memang tidak mudah, tetapi memang harus ada usaha ke arah situ…..

    ====>>>>AMIIIN….KHUSUS UNTUK ANAK-ANAK DI PUCUK…MEMANG BELUM ADA PROGRAM KHUSUS YANG DILAKUKAN PENMERINTAH KAMI PAK…SEJAUH INI MASIH FOKUS PADA KALANGAN PSK-NYA DENGAN BERAGAM KEGIATAN DAN PENYULUHAN…SEMOGA SAJA DENGAN LANDASAN AGAMA….ANAK-ANAK INI BISA MERUBAH PANDANGAN DAN YAKIN BAHWA PROFESI MULIA DAN WAJAR ITU BUKAN LAH MENJADI PSK….

  12. sungguh, mereka adalah anak2 yang shaleh dan shalihah meski tak bisa dengan jelas diketahui siapa bapaknya. menurutku, mereka lebih mulia ketimbang anak2 yang jelas punya bapak, tapi justru malah mel;akukan tindakan konyol dan tak terpuji. Subhanallah!

    ====>>>> BENAR PAK…SAAT MASIH POLOS SEPERTI SEKARANG…MEREKA MASIH SANGAT SUCI DAN MULIA…SEMOGA SUATU SAAT ITU AKAN TETAP BERTAHAN…AMIIN

  13. weww…
    dah pernah kepucuk ya…??? ;)
    langkah yang sangat bagus… :)

    ====>>>> BELUM PERNAH KE SANA YA? BUTUH GUIDE? :-)

  14. Masih ada orang yang mau berbagi ilmu ditempat seperti itu, itu membuktikan hidayah Tuhan masih ada disana. Semoga anak-anak itu menjalani kehidupan yang lebih baik lagi

    ====>>>> SELAMA INI YANG LEBIH POPULER BERKUNJUNG DAN BERSOSIALISASI ADLAH PIHAK PEMDA DAN JUGA LSM..AKU JUGA KAGET TERNYTA JUG ADA ORANG TULUS YANG MENGAJAR MENGAJI DI PUCUK…MASIH MUDA DAN MASIH BERJUANG MENYELESAIKAN KULIAHNYA…*Semoga anak-anak itu menjalani kehidupan yang lebih baik lagi* AMIIN….

  15. Yang membuat dunia ini masih tenteram bukan rasa TAKUT dari para penghuninya, tapi lebih kearah rasa MALU. Nah ketika rasa MALU sudah hilang, maka pekerjaan kotor sekotor apapun, yang melanggar norma, kaidah dan aturan-aturan pun ditabrak begitu saja, karena tidak ada lagi rasa MALU yang memagari. Budaya MALU ini memang harus ditumbuhkan, supaya pelanggan tidak lagi datang dengan perasaan tidak berdosa dan tidak merasa malu. Masalah PSK nya, sepanjang ada permintaan, pasti ada penawaran… sehingga hukum pasar bebas berlaku. Ada segelintir manusia hidup berdampingan dengan dunia yang telah menyalah ini dengan segala persoalannya juga, termasuk si tukang cuci, sangat rentan juga terjerumus. Dan mereka yang berada disitu, hampir semuanya membutuhkan psikholoog.

    ====>>>> *sepanjang ada permintaan, pasti ada penawaran… sehingga hukum pasar bebas berlaku*…INI MEMANG TERJADI DI PUCUK PAK…BUKTINYA…PELNGGN PUCUK SEJAK KRISIS TETAP SAJA ADA…PENGHUNINYA MASIH BERTAHN KARENA PERMINTAAN MASIH ADA….SOAL PSIKOLOG….SEJAUH INI BELUM PERNAH TERDENGAR DIOPERASIKAN DI SINI…JANGANKAN PSIKOLOG…TIM KESEHATAN YANG INGIN SEKEDAR MENJENGUK SAJA BISA-BISA DIHINDARI PAK

  16. wow…PuCuK…sejenis binatang?

    ====???? MAM…LO NGGA PERNAH KE SANA KHAN? JANGAN SAMPE LO JAWAB PERNAH YA :-)

  17. I like pucuk, especially pucuk ubi

  18. Darling….

    ORangtua boleh penuh dosa, tapi anak anak mereka tidak….akan selalu ada cita cita dan impian untuk mereka..

    akan selalu ada kahidupan yang lebih baik

    All the best for you dear..
    and doaku selalu untuk anak anak di atas…

    ====>>>> THANKS YA SAY…SEMAKIN BANYAK YANG MENDO’AKAN MEREKA PASTI AKAN SEMAKIN LEBIH BAIK…SEMOGA SAJA HARAPAN KITA AGAR ADA KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK BAGI ANAK-ANAK ITU BISA TERWUJUD

  19. Liputan yang menarik…semoga anak-anak yang mulai belajar agama tsb, saat besarnya menjadi orang yang beriman, dan tak ikut arus untuk berkecimpung dalam dunia seperti asal usulnya dilahirkan.

    ====>>>> HARAPAN ITU BERPELUANG TERWUJUD BUK…SELAIN MENGAJI…MEREKA JUGA KEBANYAKAN BERSEKOLAH…INI MENJADI HARAPAN KITA SEMUA….THNX

  20. wah kasian juga anak-anaknya ya…

    ====>>>> TAK HANYA ANAK-ANAK SANA…PSK DI DANA JUGA PATUT DIKASIHANI MAS IS…NGGA TAHU SAMPAI KAPAN MEREKA MENYELESAIKAN LAKONNYA SEBAGAI PENJAJA SEKS.

  21. yang salah adalah perbuatan ortunya…tapi semoga kondisi ortu mereka cermin bagi anak-anaknya untuk menjadi lebih baik dan bisa menyadarkan ortunyaa

    ====>>> SAYA HANYA TAKUT MBAK…ISTILAH *BUAH TAK AKAN JATUH JAUH DARI POHONNYA* ITU AKAN BERLAKU…SEMOGA SAJA TIDAK YA…

  22. Kasihan banget ya anak-anak itu. Moga mereka menjadi anak yang soleh dan sholihah. Berbakti kepada kedua orang tua dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

    ====>>> SATU LAGI MUNGKIN MAS…SEMOGA SUATU SAAT MEREKA TAK LAGI TINGGAL DI PUCUK…:-)

  23. Salut ma Syarifuddin….. Semoga dengan bimbingan keagamaan anak2 disitu kelak menjadi anak yang berbudi pekerti yang baik, tidak terpengaruh oleh “adab” lingkungannya

  24. dona juga salah satu yg istimewa. karena mau bersusah payah ekplorasi, survey, menganalisa, menyusun kalimat, meluangkan waktu, dan berbagi pengalaman ini. tetap semangat, sabar & ikhlas, insya allah kebaikan, kesehatan dan kemudahan akan selalu terlimpah untuk dona dan keluarga.. ^_^

  25. Anak2 itu tidak berdosa. Mereka berhak mendapatkan pendidikan dan pelajaran agama sebagai bekal mereka, agar tdk mengikuti jejak orang tuanya.

    Subhanaaalah, Syarifuddin namanya!!!. Semoga amal kebaikannya mendapatkan balasan dari Allah. Amin.
    Semoga aja, akan tumbuh Syarifuddin-Syarifuddin lain yang dapat membantu orang-orang yg lemah dan membutuhkan pendidikan agama.

    Tapi bukan Syarifuddin USB kan Buk…. Kwakakakakakakak

  26. Ni aku buatin puisi.Puisi ini terinspirasi dari tulisan ini. Makase Mbak Dona. boleh juga di baca di http://bahren13.wordpress.com/2008/12/13/kampung-kami-eh-kita-pucuk/

    KAMPUNG KAMI eh… KITA, PUCUK

    Pe – U – Ce – U – Ka, dibaca PUCUK
    Lima aksara eja murka untuk kampung kami
    Bukan kata kami
    Kami yang tinggal dikampung busuk
    Bukan kata kami
    Kami hidup dilembah gelap tiada lentera
    Bukan kata kami
    Kami tinggal di pucuk kenikmatan
    Baru kata kami, eh…kita

    Nikmat kami bukan nikmat kalian, eh…kita
    Kalian nikmat bukan kami menikmat
    Kami menggeliat di dada dan di pusat
    Memejam mata melihat nikmat yang kau pejam
    Nikmat kita bukan nikmat mereka, kami tidak
    Nikmat siapa nikmat neraka atau nikmat syurga
    Nikmat entah laknat atau lalat penikmat, itu kita.

    Pucuk pucuk pucuk pucuk puuuuucuk
    Busuk menusuk merasuk
    Lekuk meliuk
    Kadang mendengus mencari nyawa supaya tak mampus
    Meredam lara berbungkus
    Kami tak ingin mampus karena tak ada isi usus

    Kau suci karena kami kau anggap hina, eh…kita.
    Kami kau hina karena kau tahu kau sendiri hina
    Kami tak berdaya menahan hina
    Hina kau yang lebih banyak dari kami, kau pasti dungu.
    Hina kau para priayi dan pemimpin negri
    Mengotori kami untuk kau hina, kau sendiri hina
    Menelan muntahan birahi nafsu korupsi
    Menelan air mani, money, money sembunyi-sembunyi
    Mengulum lidah-lidah pengadilan
    Mencium pantat-pantat pimpinan agar disayang dan melayang
    Mencumbu isteri-isteri orang yang kau kangkangi
    Menggoyang, memutar, menarik-narik, menekan-nekan harta negara
    Kau berada dikampung P U C U K, kampung kita.
    Pe – U – Ce – U – Ka dibaca….(titik titik)

    Malaysia, 13 Desember 2008

  27. Nice Posting Mbak… semoga anak-anak yang di sana tak ikut-ikutan main di comberan ya? seperti kata pepatah, air hujan jatuhnya di comberan juga, hehe bercanda… ya ya ya… moga-moga lambat laun alokasi di jambi bisa di hilangkan… amin

  28. sahabatku………
    selalu menyenangan rasanya bila kamu mau terus berbagi kisah dan ceritamu disana.
    blue bangga banget!
    salam hangat selalu

  29. Pucuk Di Cinta Ulampun Tiba
    Pucuk Jambi Sembilan Lurah(Pepatah Jambi)
    Pucuk..Pucuk(Lokalisasi Terbesar di Prov Jambi)
    Anak2 tersebut Lahir di Pucuk karena Kuasa Dari Yang Maha Kuasa,secara Sengaja atau kebetulan mungkin mereka Lahir dari seorang Rahim PSK?Mereka anak2 tak berdosa….coba anda tawarkan Pekerjaan lain yang lebih sesuai bagi para PSK di Pucuk sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri,anaknya atau saudaranya di Kampung(Sepengetahuanku rata2 pr PSK yang ada di Pucuk adalah Orang dr Prov Jawa Barat)Mhn maaf saya tdk bermaksud membawa Nama suatu daerah.
    Rekan2 ku Sekalian,kita patut bangga kepada sosok Mas Udin (Guru Ngaji) salut benar2 salut deh
    Disini ak jg ingin sedikit membagi ceritaku tentang Pucuk,beberapa thn silam aku sering ke Pucuk,anda jangan berangapan saya jajan,ketika itu tujuanku mungkin sama yg dilakukan oleh Penulis,mungkin caranya yg berbeda,ketika itu Usahaku Maju,hingga akhirnya ak bisa menebus 5 orang PSK yang dipaksa mucikarinya untuk dijadikan PSK,singkat kata mereka aku belikan tiket untuk Pulang Ke Tasikmalaya dan sepengetahuanku sampai saat ini tidak kembali lagi ke Pucuk,perlu anda ketahui bersama sebuah Dilematis dan bagaikan Buah Simalakama,saat ini Usahaku benar2 sedang di Goncang Prahara Akibat Krisis Global,aku terlilit Hutang yg jumlahnya besar bagiku saat ini,dan secara kebetulan ketika aku kembali lagi ke Pucuk ada salah satu Mucikari Muda yg tergolong sukses di Pucuk(Mempunyai anak buah PSK 15 dan 3 Rumah bordil,3 mobil,12 Kapling kebun Sawit/24 Ha Kebun sawit)yg tergila2 padaku dan mengajakku menikah siri atau bahkan sebagai Pemuas Sex/Gigolo,aku jg heran Pucuk tempatnya Pria Hidung belang tapi entah kenapa wanita satu ini memintaku menjadi Pasangan selingkuhnya,ketika itu terbersit niatku untuk mengiyakan ajakannya(Muda,cantik,kaya dan yang lebih utama aku bisa lepas dari masalah hutang-piutang yg membebani pikiranku dan hampir membuatku Stres dikejar2 pemilik Uang/modal yg aku pakai)tapi aku bs berpirkir jernih dan bs menolaknya dengan halus,saat ini/malam ini(Ketika aku menulis Posting ini dengan Satu Unit HP Nokia 9300)rasa gundahku timbul,dalam hatiku berkata “Ya aku mau melayanimu sebagai Gigolo dengan Imbalan Uang” yang tujuan utamaku uang yg aku peroleh menjadi gigolo akan kupergunakan untuk membayar hutang2ku dan setelah lunas ak akan berhenti menjadi Gigolo(Entah sampai kapan)
    Penulis yang terhormat dan Rekan Netter yg ak banggakan Inilah Ungkapan hatiku,ada beberapa pertanyaan yg inggin aku sampaikan:
    1.Apa yang harus aku perbuat saat ini,disisi lain aku ingin membayar hutang2ku yg seandainya dalam waktu 1 Minggu kedepan ak tdk bs membayar,orang tersebut akan mengadukan ak kpd Pihak yg berwajib dengan Aduan Penipuan dan atau Penggelapan(Permasalahan ini termasuk kategori Pidana)kerana aku memang belum pernah membayarnya sepeserpun serta bukti2 untuk menjerat aku memang lengkap)
    2.Saat ini keluargaku diambang Kehancuran,sementara aku pisah dengan istriku dan anakku,aku menangis/binggung anak kandungku yg msh memerlukan susu,aku tidak bs membelikan susunya,untuk makan sendiripun sudah senin/kamis,salahkan aku menerima ajakan mucikari tersebut ?

    Nb:
    1. Penulis+Rekan sekalian aku sdh berusaha untuk mencari solusi pekerjaan lain namun gagal,aku sdh berupaya semaksimal untuk membayar hutang tersebut namun hingga detik ini aku belum mampu membayarnya
    2.Dosa-Dosa aku masih takut dengan Dosa

    Penulis+rekan sekalian mohon sumbang saran anda melalui email aku (bagoes86@gmail.com)

  30. orang menderita karena dalam pikirannya terpola sebuah derita…
    apa ada yang pernah dengar atau baca cerita tentang anak yang dihukum ayahnya dikunci di kandang kuda setelah beberapa jam kandang dibuka ternjyata anak tersebut sedang bermain kotoran kuda dengan gembira.

    engkau merasa suci dan menganggap mereka hina dengan cara memaksalan pola pikirmu yang penuh kekotoran agar mereka merasa kotor dan hina, yang harus insaf itu malah kalian semua itu, kerjaannya hanya menyebar nyebarkan hasutan kotor yang disamarkan dalam bungkus kesucian.

    kalau mau nolong mereka pertama yang harus dilakukan adalah terima dunia ini apa adanya beri tempat di hatimu. perjuangkan regulasi yang fair buat mereka. biar mereka dapatkan hak nya dengan adil. katamu juga “tak ada satu daunpun yang jatuh melainkan dengan kehendaknya” tapi engkau menganggap ada salah satu daun yang jatuh tanpa kehendaknya malah engkau coba pasang kembali daun itu ke pohon.
    siapa yang sakit coba…?

    sebutlah aku hina
    sebutlah aku kafir
    sebutlah aku sesat
    sebutlah aku anjing
    sebutlah apa saja sesukamu

    emang kamu engga’ ?
    engkau malah menimbulkan derita
    dan tekanan dalam batin
    bagi orang orang seperti kami
    pergi saja jauh jauh
    kalau engkau tak menghendaki
    ada daun buruk ini dalam hidupmu
    sudah pergilah …..

    jangan berani mengajarkan kesucian
    kalau engkau sama busuknya
    dengan bangkai dan ulat belatung
    telanlah deritamu sendiri
    biar kutelan pahit manis hidupku

  31. sadarlah km karna tempat itu adalah tempat maksiat taubatlah km karna tuhan adalah maha penerima taubat selagi masih ada kesempatan diberikan tuhan,

  32. kadang2 hati ini ingin menangis melihat suasana ditempat itu seperti neraka,yang penuh dengan dosa anak2 yang tidak berdosa menjadi korban ulah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab saya secara pribadi mengkutuk tempat neraka itu,saya beri usulan kpd pemrintah agar segera menutup tmpt haram itu,kita sebagai umat islam seharusnya mengambil tindakan bukan membiarkannya berkembang,tempat itu hanyalah menjadi masadepan anak kita hancur.tolong perhatikan kpd pemerintah atau beri solusi terbaik supaya tempat itu secepat mungkin ditutup total tanpa terkecuali,

  33. wah saya sangat terkesan denga artikel imi,,, nga di sangka anak di dekat daerah tersebut sangan antusias unyuk mengetahui kehidupan yang sebenarnya yang akan di jalani nanti,,, dah jarang saya temui di kota anak – anak berkumpul untuk mengaji,,, tapi di lokasi itu ternyata banyak anak dan orang – orang yang di anggap sebelah mata malah berantusian untuk cari ilmu agama,,, sukses teman dengan artikelnya

  34. ====> iya..saya aja saat ke sana rasanya merinding mengamati anak-anak lg ngaji….

  35. mba lokasi yg mba fhoto dulu dgn yg sekarang ko, jauh beda ya sekarg jln2 nya sdh hancur……apa mba sdh survey lg dtggu hasilnya… thanks ya mba

    =====>> yang hancur jalan menuju ke sana kok..kalo udh masuk…aksesnya cukup bagus….

  36. i like PUCUK and i hope one day pucuk will became the best places for tourist international tourist!

  37. pucuk jambi tanah pilih petako betuah

  38. alamatnya dmna seh???saya orang baru dijambi
    kirim ke email aja ya

  39. Nyari uang d pucuk,,,,cpat dpat gak mas,,,,,.,,,,,????????!

  40. saya turut berduka cyta atas meninggal nya saripudin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: