Sapi dan Kambing yang Malang

Benda yang diceritakan dalam kisah ini mungkin tak begitu menarik, karena ini hanyalah tentang kambing dan sapi. Namun entah mengapa, ini jadi situasi yang menyedihkan bagiku…

Bermula dari tadi pagi, ketika hendak keluar dari lokasi tempat aku tinggal, motor yang kukendarai tiba-tiba terhenti sejenak dipersimpangan perumahan, menunggu enam buah truk melewati jalan utama. Semula aku menganggap itu hanyalah truk biasa yang paling-paling membawa sawit, karet atau apalah yang seperti hari-hari biasanya. Namun kemarin yang kudapati malah lain, bau amis luar biasa, dipastikan sumbernya dari truk-truk berjenis sama yang melintas pelan itu. Kuamati truk berikutnya yang lewat, apa gerangan yang dibawa….Wah..ternyata sapi dan kambing..tersimpul ketika kuamati celah-celah box truk yang cukup lebar..tampak paha berbulu yang telah kejang , jelas tampak pula hidung-hidung mereka terikat tali di dinding box truk . Kuamati lagi plat truk itu..terbaca BE, lumayan datang dari jauh, yaitu Lampung.

Tiba-tiba saja perasaanku berubah yang semula agak gembira karena ingat kemarin gajiku pasti sudah di transfer, menjadi kacau, teriris dan sangat sedih. Bagaimana mungkin sapi-sapi dan kambing-kambing itu bisa bertahan, menempuh jarak Lampung-Jambi yang dari peta saja sudah tampak jauh. Dalam keadaan berdiri, hidung diikat menempel dinding truk, bersempit-sempitan, terguncang dalam truk yang anginnya pasti kencang karena dindingnya saja seperti pintu angin, tak bisa menoleh kemana-mana, tak bisa bertekuk lutut dan tak bisa ngapa-ngapain! Hanya tegak, meskipun ada empat kaki yang menopang tubuh mereka yang sangat berat itu!

Aku sangat yakin sapi dan kambing itu datang dari Lampung, karena ke-enam truk yang melintas berplat BE, belum lagi badan truk dipenuhi debu seperti telah lima hari tak disentuh air. Kian yakin, karena Jambi memang salah satu daerah yang kekurangan daging potong..malangnya jadi sapi dan kambing itu…Dasar Manusia kejam! Manusia Biadab! aku rasanya kok tidak rela puluhan sapi itu diperlakukan seperti itu. Kenapa mereka harus disiksa dengan cara yang tidak hewani. Disuruh berdiri berhari-hari!

Lintasan truk berikutnya, kutangkap mata-mata sapi yang mulai menghitam gelap, aku yakin jika bisa bicara, sapi-sapi itu akan minta dipotong saja di tengah perjalanan, daripada harus menanggung penderitaan berhari-hari seperti itu. Selintas dari kejauhan aku amati pula kepala kambing dengan leher menegang yang membaur dengan kaki-kaki sapi. Tak salah jika akhirnya aku terisak-isak menahan tangis, tak jadi membeli Nasi Gemuk untuk sarapan, Langsung berbelok, kembali ke rumah dengan perasaan yang yang sangat tak aku suka…….

~ by donapiscesika on August 1, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: