Aiih..Mendadak Jadi Dosen..

Menjadi dosen, guru atau sejenis itu lah..tak pernah terbayang oleh ku sejak kecil. Mungkin karena yang terpikir sejak dulu hanya lah bercita jadi dokter, reporter TV, penulis terkenal, insinyur dan banyak lainnya (Maklum, cita-cita ku sejak kecil emang suka berubah-rubah..he).

Ibu ku yang seorang guru, menjadi salah satu sebab mengapa aku jadi tak tertarik menjadi seorang pengajar. Entah karena sejak kecil aku terlalu lelah ikut ibu mengajar, diganggu sama muridnya yang nakal, dipanggil “Guru Kecil cerewet’ dan kesan lainnya atau karena aku memang tak punya bakat jadi ‘Guru’…

….Tuh liat tangisku waktu kecil…usai diganggu murid ibu…

Tapi itu berubah seketika, saat salah satu dosen Bahasa Indonesia – Kosentrasi Jurnalistik – FKIP Universitas Jambi, meminta aku mengajar, menghadapi puluhan mahasiswa, memberi materi tentang jurnalistik dan wartawan di kelas dan…dan..dan……Wah.. (Awal kisah ini sebenarnya sudah terjadi pertengahan Tahun 2007 lalu, tapi kangen aja pengen cerita ulang…)

Begitu dapat tawaran, aku memang langsung bilang “Oke Sip Siap”, mengingat, menimbang dan memikirkan akan dapat tantangan yang bakal ‘muantap’ ..awal dapat tawaran hanya seru yang terasa…Tawaran yang datang mendadak kusambut dengan manis, penuh percaya diri…”Besok jaml 11 ya Mbak…mahasiswa akan nunggu Anda lho…jangan sampai ngga datang karena mereka pasti kecewa” Eddi P Harahap, Pak Dosen mengulangi kalimat tawarannya. “SIP PAK!” sekali lagi ku yakinkan Pak Eddi.

Namun semangat ku tiba-tiba berubah jadi ‘cemas’ saat pagi datang…Aku mulai bingung mau bicara apa, mau mengajar materi apa, baju apa yang pantas, sepatu kets masih boleh kah di pakai…Gajah Makan Kawat! Benar-benar Gawat!!!…Akhirnya aku memutuskan….datang dengan gaya dan modal “super alakadar”. Kuputuskan untuk tetap jadi diriku…nga perlu pake blazer, sepatu tumit, atau apalah…”be ur self!!!” kata hatiku …

“Tok…tok..tok…Pagiiiiii…….” Kusapa kelas nan tampak ramai mahasiswanya itu. Ufh…lega rasanya ketika Pak Eddi ikut menunggu di kelas..Setelah diperkenalkan ba bi bu nya…Pak Eddi langsung meng -over kekuasaannya ke Aku. Aduh!!

“Ehm ehm..gini…sebaiknya kita akan buat kuliah hari ini menjadi beda!, kalian semua bebas bertanya tentang dunia wartawan, saya akan jawab semampu dan sebatas pengalaman yang saya punya, gimana? Setuju ngga?” kumulai kalimat dengan penuh percaya diri…menyembunyikan sehabis mungkin rasa dag dig dug….

SETUJUUUUUU!!!” kata dari wajah-wajah semangat itu seketika langsung membuat aku lega….sangat lega…hari menjadi sangat ringan, seringan kapas…Jadi kangen dengan ibu ku…mungkin perasaan yang ia rasa setiap hari saat mengajar di SD terpencil sebelah kampung ku.., seindah apa yang aku rasakan saat itu….ooohhhh….I Love U mam!!!

Waktu pun berjalan hingga dua jam, aku dihujani pertanyaan-pertanyaa aneh, unik,bikin geli dan banyak jenis pertanyaan lainnya. Hampir semua mahasiswa bertanya hari itu, malah ada yang berebutan ngotot bertanya dua kali…Ah..senang rasanya, mereka ternyata penasaran bahkan terlihat sangat tertarik dengan dunia jurnalistik dan kewartawanan.

Beberapa pertanyaan yang masih kuingat hingga hari ini diantaranya:

1. Wartawan itu pekerjaan apaan sih mba?

2. Jadi wartawan punya masa depan tidak? Gajinya berapa?

3. Cara meliput yang benar itu bagaimana sich mba?

4. Pernah tidak diajak makan sama bos atau pejabat hidung belang, trus mba tergoda tidak?

5. Pernah tidak terima uang sogokan dari narasumber?

6. Bisa kemana aja sich kalo jadi wartawan? Ke luar negeri sering tidak?

7. Dan puluhan pertanyaan lainnya.

Sesuai janji awal, semua pertanyaan kujawab semampu dan sebatas pengalaman yang aku miliki.

Kalimat yang tak kalah manis yang ku dengar dipertemuan penutup adalah…”Mbak, jika ada waktu kita bagi cerita dan diskusi lagi ya…jangan bosan jadi dosen di sini…mengajar lah sesering mungkin…”….Aiiiihhhh…senangnya…..

Sejak saat itu, ketika Pak Eddi nelpon dan minta aku jadi “Dosen Dadakan” lagi …aku selalu jawab “SIAP PAK!” dengan penuh semangat dan gairah yang meledak-ledak….ahh..makin tua memang semakin banyak pula lah cerita hidup…..tapi menjadi wartawan tetap jadi pilihan hidupku hingga hari ini…tidak dulu lah menjadi dosen.. (***)

~ by donapiscesika on June 12, 2008.

One Response to “Aiih..Mendadak Jadi Dosen..”

  1. Plok..Plok..Plok..Tambah lagi kesibukan Ibu satu ini..Jempol lagi deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: