Penari “Nyaris Telanjang” di Mall Jambi

Gilee…Kota Jambi yang sekecil itu dikagetkan dengan penampilan empat penari yang menurutku nyaris telanjang. Tak tanggung-tanggung, penampilan empat gadis nan molek ini berlangsung di mall terbesar di Kota Jambi. Kejadiannya Minggu (13/07) siang, saat perhelatan lomba mekanik bertaraf nasional digelar di tempat itu.

Begitu musik disko oriental berkumandang, tiba-tiba nongol para penari dengan pakaian yang menurutku “seronok” dan belum pernah digelar di tempat umum di kota ini sebelumnya. Terang saja pengunjung perempuan dan ibu-ibu langsung menjerit,  sambil menyumpah serapah penari dan menyeret anak serta suami mereka pergi menjauh dari stage.  Gimana tidak, penari ada yang tak berstockingunder wear berwarna hitamnya tampak jelas saat kakinya mengikuti irama musik. Ada pula yang punggungnya nyaris telanjang….”Ayo  nak! ntar masuk neraka liat yang begituan” sempat kudengar ketusan seorang ibu muda pada anak perempuannya.

Kudapat kabar, empat gadis itu biasanya juga menari ‘nyaris telanjang’  di sebuah tempat hiburan terbesar di Kota Jambi…..malah lebih ‘erotis’ …walaaah

Tapi dasar aku emang suka fotografi…aku jepret juga mereka saat tampil…..kata temanku….jangan liat gambarnya, tapi lihat kualitas pengambilan foto ku yang lumayan sangat bagus…he (so sori kalo salah..)

—————>                                               wajah-wajah gile saat liat penari beraksi…

~ by donapiscesika on July 14, 2008.

6 Responses to “Penari “Nyaris Telanjang” di Mall Jambi”

  1. Wah baru tahu aku,,,ada yang begituan
    ternyata…..

  2. Bisa kontropersial nih, Di jawa yang di ekspose beginian mah banyak, tapi sudah terbiasa. Nah di Jambi dampaknya gimana nih? Menarik untuk di tonton atau di cerca karena exploitasi yang larinya ke mesum?

  3. wheleh.. wheleh.. nyang brginian masuk Jambi?

  4. biasa aja kali tuh om….mana yang telanjang? yang nonton aja pada jorok…otaknya. tuh orang pake kostum tari ….masak ya nari modern mesti pake kerudung aneh deh …

  5. malu dong

  6. Ahhh… Biasanya harus ada aturan dan tahu sikon,masyarakat. Budaya masyarakatnya.. Jambikan masih kota kecil,desa cocoknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: