Pangendum, Anak Rimba Sahabatku….

Pemuda Telanjang, ini yang terekam saat pertemuan pertama ku dengan Pangendum pada tahun 2006 lalu. Telanjang karena saat itu ia hanya menggunakan selembar kain untuk menutup bagian “kelaki-lakiannya”. Tidak seperti pakaian pria umumnya, Pangendum hanya menggunakan lilitan kain panjang yang menutupi aurat. Terakhir baru aku ketahui pakaian khas Suku Anak Dalam atau Orang Rimba asal Bukit Duabelas Jambi itu bernama cawot.

-)

Aku bersama orang Orang Rimba asal Makekal Hulu Bukit Dua Belas Jambi, Pangendum ada di belakangku, samping kanan bapak berjenggot...yang paling cakep..🙂...semua mereka ber-cawot...

Menjadi wartawan telah membuat aku banyak mengenal orang dan banyak punya teman. Pangendum salah satunya. Ia bukan pemuda biasa, Pangendum adalah anak muda asli Orang Rimba yang lahir dan tumbuh di dalam hutan Jambi. Bagi kaum Orang Rimba yang muda seperti Pangendum..disebut dengan Anak Rimba….

Perkenalan kami berawal ketika Pangendum bersama puluhan Orang Rimba lainnya datang ke Dinas Kehutanan Provinsi Jambi untuk berjuang mempertahankan Hutan Bukit Duabelas, agar tetap bisa dihuni kaum Orang Rimba dan tidak dikuasai dengan semena-mena oleh pemerintah maupun orang luar. Ketika itu aku meliput kehadiran mereka.

Sejak itu pula, aku dan Pangendum syah menjadi sahabat. Kami sering berkomunikasi, bertemu langsung maupun melalui telepon seluler. Biasanya kami membicarakan banyak hal, mulai dari pendidikan, HAM, hutan dan hal-hal ringan tentang kehidupannya yang terkadang mampu membuat aku takjub saat mendengarnya.

Pangendum di ladang padi dalam hutan Bukit Dua Belas Jambi...Thanks atas fotonya...foto istimewa dari Aa' Dani..Pendamping Orang Rimba - Sokola..

Pangendum di ladang padi dalam hutan Bukit Dua Belas Jambi...Thanks atas fotonya...foto istimewa dari Aa' Dani..Pendamping Orang Rimba - Sokola..

Meski tak mengetahui tanggal dan tahun berapa ia lahir, karena ia sendiri sering bingung saat ditanya tentang hal ini, tapi bisa aku perkirakan usia Pangendum kini sekitar 23-24 tahun.

Saat kecil, Pangendum sama dengan anak-anak Rimba lainnnya. Ia banyak menghabiskan waktu untuk berburu hewan, mencari buah-buahan atau menggali umbi-umbian untuk dimakan atau sekedar dijadikan mainan. Dari Pangendum pula aku tahu, ternyata saat yang tepat berburu Babi adalah ketika hujan turun. ”Karena saat hujan, babi-babi akan bersembunyi di goa-goa, saat itu kita akan mudah memburunya,” terang Pangendum. Senang sekali mendengar kisah-kisah dan ceritanya.

Kami lumayan sering bertemu, meski tinggal jauh di area Hutan Bukit Dua Belas Makekal Hulu Bangko Kabupaten Merangin Jambi – sekitar 8 jam ke Kota Jambi dari pinggiran hutan. Pangendum sering datang ke Kota Jambi untuk berbagai keperluan dan menginap di basecamp LSM Lingkungan Walhi. Jika sama-sama punya kesempatan, kami akan bertemu, makan dan bercerita tentang karya-karya yang telah ia kerjakan.

Aku punya cerita lucu saat pertama kali hanging out dengan Pangendum di Kota Jambi..Saat keliling kota, aku membonceng Pangendum dengan sepeda motor. Situasi ini membuat kami jadi pemandangan banyak orang. Pangendum yang sehat bugar itu pun tak luput dari lirikan aneh pengguna jalan lain yang kebetulan berpasan dengan kami. Berhenti di lampu merah, semua mata melihat aneh kami.

Sejak awal keberangkatan, sebenarnya Pangendum telah menawarkan diri untuk memboncengku. Mungkin emang dasar akunya yang jahat…aku tak langsung yakin ia bisa mengendarai motor dengan baik…aku cemas jangan-jangan dia tak paham mengartikan rambu-rambu lalu lintas…Bagaimanapun, di hutan mana ada jalan raya, mana ada lampu merah, mana ada jembatan beton, mana ada sepeda motor…Ah…aku benar-benar merasa jahat jika ingat itu…

Manisnya, Pangendum sangat mengerti rasa ketidakpercayaanku kepadanya. Terlihat ia tak mau merusak acara hanging out kami. Ia asyoi amboi aja diboonceng…buuummm…buuum….berkeliling lah kami….

Capek keliling…Pangendum mulai memberi aku kejutan dengan pengakuannya yang bikin aku tak enak hati…”Kamu harus tahu, di Bangko saya sering ngebut bawa motor, paling mahir lari kalau dikejar polisi karena saya jarang pakai helem, di basecamp LSM sana kan banyak motor, sejak aktif bersama mereka, sejak itu pula aku bisa membawa motor,” Pangendum bercerita…duuh…karena udah terlanjur sok hebat…akhirnya aku harus tetap membonceng Pangendum dan tahan gengsi..

Al hasil…malam harinya aku kecapean…bobot berat Pangendum yang lumayan gilee telah membuat aku ekstra maksimal mengeluarkan energi, menyeimbangkan sepeda motor, membawa Pangendum berkeliling kota…uuufffhhhh….

Pangendum dan Aku...foto bareng Kepala TVRI Jambi Pak Haryono saat masih menjabat...Pak Haryono sempat penasaran ingin kenal dengan Pangendum..hasilnya..kami berdua ke TVRI dan ngobrol panjang tentang filem karya Pangendum dkk...

Aku dan Pengendum...foto bareng Kepala TVRI Jambi Pak Haryono saat masih menjabat...Pak Haryono sempat penasaran ingin kenal dengan Pangendum..hasilnya..kami berdua ke TVRI dan ngobrol panjang tentang filem karya Pangendum dkk...

Bersahabat dengan pangendum, aku merasa aman dan nyaman. Orang Rimba teramat menghargai kaum perempuan. Di lingkungan mereka di hutan, perempuan yang tak memiliki hubungan perkawinan dengan pria, dilarang keras bertemu dengan jarak dekat. Bahkan menurut Pangendum, di Rimba tidak pernah terjadi hal-hal di luar norma.

Padahal kaum perempuan Rimba sangat sexi, tidak menggunakan penutup dada. Pria dan wanita di Rimba saling menghargai, mereka jauh lebih beradat dan berperilaku sopan dibanding orang-orang luar yang berpendidikan tinggi. Demikian pula Pangendum, dia sangat sopan.

Berkomunikasi dengan pengendum aku menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Orang Rimba memiliki bahasa khas yang susah dipahami. Pangendum sendiri sangat mahir berbahasa Indonesia namun tak bisa bahasa Jambi. ”Karena di Rimba saat belajar kami diajarkan guru berbahasa Indonesia dan bukan bahasa Jambi,” alasan Pangendum.

Kadang aku keceplosan juga menggunakan Bahasa Jambi saat berbincang dengan Pangendum. ”Aduh tolong, jangan pakai bahasa Jambi, kamu bicaranya cepat-cepat pula, saya tidak mengerti,” Pangendum langsung protes.. Kadang kalo lagi usil, aku sengaja bicara Bahasa Jambi dengan ritme cepat, Pengendum akan mengernyitkan kening tanda bingung dan tak paham…haha. Untung akhir-akhir ini Pangendum sudah mulai banyak paham kosa kata Bahasa ‘gaul’ Jambi.

Bicara soal talenta, Pangendum adalah gudang talenta. Meski tidak pernah mengenyam pendidikan formal sekolah karena hidup di lebatnya hutan, ia tetap bisa membaca, menulis, memahami hukum bahkan sangat kritis. Semua ia pelajari dari LSM yang konsen memberikan pendidikan kepada Orang Rimba. Tahun 2001 lalu, Pangendum sempat menjadi murid Butet Manurung – aktivis dan juga penulis yang fokus pada Suku Anak Dalam Jambi dan di daerah lain nusantara.

Bekal ilmu itu pula, Pangendum kini akhirnya bisa menjadi guru bagi anak-anak Rimba lainnya, mengajar menulis, membaca, berhitung dan menularkan ilmu lain yang ia punya. Bahkan Pangendum telah bisa beradaptasi dengan lingkungan luar nan modern. Ia kini bisa menggunakan ponsel, laptop, bahkan bersama sahabat sesama Anak Rimba dari Kelompok Makekal Bersatu, Pangendum telah membuat filem berjudul Menunjuko atau Rimba Rumah Kami.

Hamparan hutan Bukit Dua Belas Jambi..eksistensinya semakin terancam...foto ini menggambarkan kondisi hutan yang terbakar dan ditebang orang-orang tak bertanggung jawab...foto aku ambil saat melewati hutan Bukit Dua Belas dari atas Heli Polda saat menuju ke lokasi longsor Kerinci-Merangin tahun lalu.

Hamparan hutan Bukit Dua Belas Jambi..eksistensinya semakin terancam...foto ini menggambarkan kondisi hutan gundul bekas dibakar dan ditebang orang-orang tak bertanggung jawab...foto aku ambil saat melewati hutan Bukit Dua Belas dari atas heli milik Polda saat menuju ke lokasi longsor Kerinci-Merangin tahun lalu.

Pangendum pun kini aktif sebagai aktivis pendidikan dan lingkungan yang fokus pada kelestarian hutan Bukit Dua Belas, menentang keras penebangan kayu liar dan fokus memperjuangkan area tempat tinggal Orang Rimba tinggal. Pangendum..sahabat ku itu telah jadi orang hebat bagi kaumnya. Meski aktif bersama orang luar…ia tetap tak melupakan ‘rimba’nya…tetap pulang ke hutan…ke rimba…tempat ia dibesarkan…(***)

~ by donapiscesika on December 15, 2008.

81 Responses to “Pangendum, Anak Rimba Sahabatku….”

  1. Luar biasa, sekarang aku mengerti kenapa Mba Dona menganjurkanku tuk ke hutan jambi. ternyata hutan itu memang benar2 berharga dan membutuhkan perhatian untuk kelestariannya. Bersyukur sudah ada satu Pengendum yang hebat. mudah2an lebih banyak lagi Pengendum2 lainnya yang muncul. Wah, jadi pengen nonton filmnya…. salam -japs-

    ====>>> FILEMNYA PERNAH DITAYANGKAN DI TVRI JAMBI…PERNAH JUGA DI PUTAR DI FESTIVAL FILEM DI AUSTRALIA 2007 LALU…AKU KEBETULN PUNYA SOFT COPYNYA…NAMUN MAAF MAS JAP…PANGENDUM NGASIH SOFT COPYNYA UNTUK KONSUMSI PRIBADI…UNTUK KUTONTON SENDIRI…:-)..SO SORRI..

  2. Memang enak ya jadi wartawan. Bisa kemana-mana nih.

    ====>>> IYA MAS…KADANG AKU MERASA…SEMAKIN YAKIN DENGAN PILIHANKU MENJADI SEORANG WARTAWAN…

  3. Wah, Bahasa Jambi emang Pengandum ngak bisa. NGak level gitu.. Lah yg ngunjungi Kubu itu para intelek semua. Maka yg dipelajari Anak rimba juga harus bahasa minimal Indonesia…

    Eh, Jangan2 Pengandum toh bisa juga bahasa Ingris dan Mandarin… Sbb, mereka kan sering berhadapan dg bule.

    ====>>> PANGENDUM EMANG BANYAK BERTEMU BULE DAN ORANG LUAR…TAPI IA BELUM BANYAK PAHAM BAHASA INGGRIS ATAU MANDARIN BANG…NAMUN DIA PUNYA KEINGINAN BESAR INGIN MENGETAHUI BANYAK HAL…MUNGKIN SUATU SAAT DIA BENAR-BENAR BISA BERBAHASA INGGRIS/MANDARIN YA..SEMOGA

  4. saya pernah menonton di salah satu televisi swasta,kalau tdk salah ada kepala suku dari Suku Anak Dalam,yg mendapatkan penghragaan dari Presiden(lupa saya namanya bpk kepala suku itu).

    Dan saya membayangkan bila tidak ada mereka,hutan disana mungkin sdh dari dulu habis.
    Dan satu lagi,Saya bangga sekali dgn mereka yg sudah menjaga Alam semesta ini. Dan itu bukanlah perkara yg tdk gampang.

    ====>>> BENAR MAS..NAMANYA TEMENGGUNG TARIP. ORANG RIMBA ASAL DESA PEMATANG KABAU AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN JAMBI. BELIAU MERAIH PENGHARGAAN KALPATARU KATEGORI PENYELAMAT LINGKUNGAN TINGKAT NASIONAL TAHUN 2006 LALU. BISA DIBAYANGKAN BAGAIAMANA KADAR KEPEDULIAN ORANG RIMBA TERHADAP LINGKUNGAN..TERUTAMA HUTAN…SANGAT BESAR..

  5. wow pengalaman yang luar biasa bertemu orang2 yang luar biasa pula.
    salah satu profesi yang ingin saya jalankan adalah wartawan, bisa mewartakan apa yang tidak pernah ada atau tidak pernah diliat oleh orang. Jadinya saya ngeblog salahsatunya😀
    anyway betul2 masih pedalaman yakz, terutama dalam berpakaiannya masih serba seadanya.

    ====>>> WAH..BENER NIH MINAT JADI WARTAWAN MAS? SIAP DIMAKI DAN DIPUJI? HEHEHE. SAYA TELAH MUNULIS DI KORAN DAN DI BLOG…TERNYATA LEBIH NYAMAN DI BLOG MAS..KOSA KATA, GAYA BAHASA DAN JUGA APA YANG DIUNGKAPKAN BISA LEBIH NATURAL JADI “KITA BANGET”…SEMENTARA DI MEDIA..KITA HARUS MENGIKUTI STYLE PERUSAHAAN….JADI TERUS LAH NGE-BLOG…NGE-BLOG JUGA MAMPU MENGGETARKAN DADA LHO…:-)

  6. wah luar biasa pengalamannya, saya pengen sih bisa menlis seperti wartwan, mungkin saya harus belajar ilmu kewartwananan kali??

    ====>>> MENULIS SEPERTI WARTAWAN? JANGAN MBAK…MENULIS SESUAI APA YANG ADA DI HATI DAN PIKIRAN SAJA…ITU PASTI LEBIH NYAMAN….NGGA HARUS JADI WARTAWAN DULU….SALAM KENAL 🙂

  7. bagi dong bahan Pangendumnya, biar bisa jadi modal menulis sastra… thanks….

    ====>>> WAH…BUAT CERPEN YA PAK..

  8. Gila don, bagus banget kisahnya dirimu dengan Pengendum…
    Boleh tau ga, sebelum masukke dunia anak rimba dan penegndum itu , gimana sih (apa gak takut).. (jelas tidak ya…) (dona kan anak hebat)…

    Trus, cerita lagi hang out itu, oke deh… (tp orang-orang yang liat kalian berdua bukan karena si pangendum cuma pake tutupan “itu aja kan???)

    Bagus.. bagus dan bagus banget …

    ====>>> SEBELUM KENAL DEKAT..JUJUR…MEMANG TAK ADA RASA TAKUT REN…KARENA CARA MEREKA MEMANDANG KITA SANGAT TULUS…NGGA SEDIKITPUN ADA PANDANGAN YANG “ANEH ATAU JAHAT” DARI MEREKA…MEREKA SANGAT BERAHABAT…MESKI ADA BEBERAPA HAL YANG MEMBEDAKAN KITA DENGAN MEREKA…TAPI SETELAH DEKAT….KERASA BANGET REN…CIPTAAN TUHAN ITU TERNYATA SAMA…

    HANGING OUT PERDANA KITA MEMAMNG NGGA BISA DILUPAKAN REN…SERU BANGET…KAPAN-KAPAN…MAIN LAH KE JAMBI….

  9. Perjalanan dan pengalaman yang luar biasa don🙂 , jadi pingin kesana juga

    ====>>> DITUNGGU KEHADIRANNYA MBAK IND…JAMBI SANGAT MEMPESONA UNTUK DI KUNJUNGI….PERCAYA DEH…🙂

  10. numpang baca bu..🙂
    lam kenal🙂

    ====>>> SEILAHKAN PAK…:-)
    SALAM KENAL KEMBALI…

  11. wah…
    ternyata blog saya dikunjungi juga sama seorang jurnalis seperti anda mbak…
    membaca tulisan mbak saya jadi merinding…ternyata di jaman se moderen sekarang ini masih ada saudara kita yang hanya mengenakan “cawot” sebagai pakaian sehari-harinya…dan mereka tetap merasa puas dengan kondisi yang ada…

    salut mbak. dan tks udah sempat mampir di “warkop” saya yang masih amburadul…
    kapan-kapan ditunggu lagi kehadirannya ya mbak..

    sekalian salam kenal dan minta permit untuk tukeran link yah mbak..
    salam,

    bonar

    ====>>> TERIMAKASIH MAS BONAR…BLOG ANDA JUGA INDAH…
    OH YA…CAWOT DIANGGAP ORANG RIMBA SEBAGAI PAKAIAN PALING NYAMAN….SAYA PERHATIKAN…MEMANG SANGAT NYAMAN TERNYATA…NGGGA RIBET SEPERTI PAKE JEANS..🙂
    SALAM KENAL KEMBALI…MARI BERBAGI LINK…

    salam,

    DONA PC

  12. tuh wanita cantik sendiri..
    ditengah para prajurit yang gagah-gagah ha.ha.haa

    peace for depece

    ====>>> HAHAHA…BENER BANGET TUH JOE…PALING CANTIK!🙂

  13. jadi pengen berpetualang lagi ke jambi…
    kapan yah???

    ====>>> DITUNGGU KEHADIRANNYA MAS..JAMBI TERLALU INDAH UNTUK TIDAK DILEWATI…🙂

  14. ih mbak, aku tuh pengen banget lho ke bukit 12, semoga sebelum pindah masih sempat kesana…..

    ====>>> LOH..MEMANGNYA MAU PINDAH DALAM WAKTU DEKAT YA MBAK…JANGAN DONG…KE BUKIT 12 DULU LAH…JAMBI AKAN SEPI NGGA ADA MBAK NOV YANG GILA HABIS DENGAN BLOGNYA YANG KEREN ITU…

  15. Makasih tulisannya, saya semakin memahami “Anak Rimba”……
    Cuma bagaimanapun, kelihatannya perkembangan ekonomi, mau tak mau akan menyentuh pada pemukiman mereka,….ini yang harus dipersiapkan, bagaimana memberdayakan mereka.
    Syukurlah, Pangembun mulai mau keluar, dan bisa mengajarkan pendidikan bagi kaumnya.

    ====>>> BENAR BUK..DESAKAN EKONOMI MEMBUAT EKSISTENSI MEREKA KIAN TERANCAM…TAK SEDIKIT ORANG LUAR MULAI MERAMBAH BUKIT 12 UNTUK DIJADIKAN LAHAN PERKEBUNAN…LAMA KELAMAAN TENTUNYA PENYUSUPAN ORANG LUAR AKAN MENGANGGU KETENANGAN ORANG RIMBA….BAGAIMANAPUN…MEREKA HIDUP TAK MEMBUTUHKAN UANG, RUMAH MEWAH, MOBIL, EMAS DLL…YANG MEREKA BUTUHKAN HANYALAH RIMBA…SUMBER DARI SEGALA SUMBER KEHIDUPAN MEREKA…

  16. Pada tahun 1986 aku ditugaskan mencari lokasi Transmigrasi di daerah batang Timpeh, perbatasan antara Riau-Jambi dan Sumatera barat. Aku sering berpapasan dengan mereka, dan ketika itu ada satu orang yang berambut keriting, aku heran tidak seperti sanak-sanak yang lain. Tapi ketika melihat postingan Dona, banyak juga yang keriting ya. Berarti aku yang salah heran. Gimana khabar wilayah buruanmu (laboratorium alam) di Pucuk ? Tambah menarik untuk dikupas, dikuliti ? (Seperti mengupas bawang bombay).

    ====>>> DULU SAYA JUGA MEMBAYANGKAN…ORANG RIMBA PARAS WAJAHNYA HAMPIR MIRIP YAITU DENGAN KULIT GELAP, WAJAH MALAYA…TAPI TERNYATA SAYA SALAH MAS SON…ADA JUGA DIANTARA ORANG RIMBA BERKULIT PUTIH – KUNING LANGSATCOKLAT, HIDUNG MANCUNG, TINGGI, KEREN, BAHKAN IKAL…MEREKA SANGAT VARIATIF…MEMBUAT SAYA KAGUM…

    SOAL PUCUK? WAH MASIH BANYAK SEBENARNYA YANG MAU DIGALI MAS…TAPI TAKUTNYA YANG BACA BOSAN…JADI UNTUK SEMENTARA DIBUAT DUA SESI SAJA…(PART 1 & PART 2)…BAWANG BOMBAYNYA BELUM TERKULITI SEMUA MEMANG..🙂

  17. Wah, cerita yang menarik sekali, Mbak Dona. Pangendum, anak rimba yang tidak pernah sekolah, tapi pintar dan tahu teknologi modern pula. Mudah-mudahan persentuhan dengan dunia luar ini tidak membuat ia meninggalkan hutan dan melupakan sukunya ya …

    ====>>> BENAR MBAK…SAYA SERING SENYUM SAAT MENERIMA DAN MEMBACA SMS DARI PANGENDUM…KALIMAT YANG DIURAIKANNYA TERKADANG SANGAT POLOS DAN SEDERHANA VIA TEKNOLOGI PONSEL ITU…TEKNOLOGI LAIN SEPERTI TEKNOLOGI SINEMA YANG IA KUASAI…TERNYATA TETAP KEMBALI KE HUTAN MANFAATNYA…FILEM YANG DIA HASILKAN LAGI-LAGI UNTUK MENGANGKAT KEPEDULIAN TERHADAP HUTAN BUKIT 12…RASA CINTA PANGENDUM TERHADAP HUTAN KELEWAT BESAR MBAK…

  18. wah aku sangat terkesan mbak donna, mohon bimbingan jadi seorang jurnalis seperti anda ya…..
    salut sama foto-fotonya, aku sendiri lagi belajar fotografi dan blogging nih…maklum pengangguran…he he he

    ====>>> TERIMA KASIH MAS…SAYA AWAL MENULIS JUGA SERING BINGUNG…LAMA-LAMA KARENA TERBIASA AKHIRNYA BISA MENGALIR..MESKI BELUM JUGA MAHIR…SETIAP HARI SELALU BERUSAHA BELAJAR…JADI TAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR…BLOG ANDA JUGA MANTAP…SALAM KENAL YA🙂

  19. Baru taw kalo di Jambi masih ada yang gituan??
    hahahha.. ternyata dia pembalap dan lebihnya lagi krna diuber polisi ini yang buat dia makin lihai karna kalo nnggak yaaa ketangkep jadi bisa dibayangin jago-nya..
    Srasa mbaca cerita ketika masih kecil mba… certitanya sederhana tpi aku ko’ ikut mersakan suasana kebersamaannya yaa… mungkin karena ini kenyataan yaa.. bukan fiksi….biasanya kan crita2 kayak gini “cuma cerita” atau hayalan si pengarang….

    ====>>> BENER MBAK..DI JAMBI MASIH SANGAT BANYAK YANG ISTIMEWA…TERMASUK ORANG RIMBA…
    PANGENDUM MEMANG TERNYATA MAHIR BAWA MOTOR…SAMPE BERANI NGEBUT…TANPA HARUS TERTANGKAP POLANTAS…HAHAHA.

    TERIMAKSIH MBAK…SUDAH BISA MSUK MERASAKAN CERITA NAN SEDERHANA DAN PERSHABATAN KAMI INI…SEMOGA BISA MEMBERI ARTI BAGI KITA SEMUA……:-)

  20. Namun sepertinya bahan dari cawot tersebut sudah modern ya?? Apa… yang aslinya bahannya juga seperti itu??

    ====>>> BENAR MAS YARI..SAAT INI CAWOT YANG DIPAKAI ORANG RIMBA TERBUAT DARI BAHAN KAIN PANJANG…DULU…CAWOT TERBUAT DARI SERAT KAYU…SAAT KITA ORANG LUAR SUDAH BISA INTERNETAN..NONTON TELEVISI..NGINAP DI HOTEL BERBINTANG…TAK SALAH KIRANYA ORANG RIMBA BISA PULA MENIKMATI PERUBAHAN…YAITU MERUBAH BAHAN CAWOT KE BAHAN YANG LEBIH PRAKTIS..:-)…TIDAK LEBIH…

  21. Aku mau bilang apa ya…lupa gara-gara komeng kemaren di close….Oya….kalo tidak salah idealisme beberapa LSM di jambi ada yang melarang mereka di publikasikan. Mengingat keberadaan mereka. kabarnya lagi memotret anak bayi dan nenek saja kalau ketahuan kita kena denda sekian puluh lembar sarung untuk diberiakan pada mereka sebagai pengganti denda. Saya jadi berpikir…saat mereka dapat kain itu…kalao mereka masih telanjang kenapa dendan nya harus sarung don…? Percumah saja dikasih sarung berpuluh2 tapi nggak dipakai….mau juaklan sarung kali ya…(based on cerita temen di kantor)

    ====>>> TIDAK BOLEH MOTRET KAUM PEREMPUAN YANG TENGAH BERAKTIVITAS DI RIMBA…BUKAN LAH IDEALISME PIHAK LSM PAK DE…TAPI IDEALISME ORANG RIMBA ITU SENDIRI…MEREKA TAK MAU KAUM PEREMPUAN DIEKSPOSE, DIGANGGU ATAU DIPERKENALKAN TERLALU JAUH DENGAN ORANG LUAR…DENGAN BANTUAN LSM..MEREKA MENCOBA MEMPERTAHANKAN ITU…JADI ADA KESAN YANG MELARANG ADALAH PIHAK LSM..SEBENARNYA BUKAN…LSM HANY MEMBANTU MENGAWASI IDEALISME PENGHARGAAN TERHADAP PEREMPUAN ORANG RIMBA…

    KALO MASIH BANDEL…YA DI DENDA DENGAN KAIN PULUHAN HINGGA RATUSAN LEMBAR….KAIN AKAN DIMANFAATKAN UNTUK KEPERLUAN DI RIMBA…UNTUK CAWOT, BAWAHAN PENUTUP PEREMPUAN..SELIMUT DLL…JADI NGGA UNTUK DI JUAL BALIK ATUH PAK DE. HEHEH

  22. Filemnya kayak apa ya….
    Jadi pengin lihat….

    Sepertinya keberadaan Suku Anak Dalam Jambi udah banyak di ekspos/bicarakan…

    ====>>> FILEM DOKUMENTER..BANYAK MENCERITAKAN DAN MENGGAMBARKAN KONDISI HUTAN BUKIT 12. DI FILEM INI JUGA BANYAK DIALOG ORANG RIMBA DENGAN BAHASA RIMBA TENTUNYA…PERNAH DIPUTAR DI TVRI JAMBI BEBERAPA WAKTU LALU…TP SAYANG…SOKUMEN KU NGGA BERANI KU SEBAR…PANGENDUM NGASIH UNTUK KOLEKSI PRIBADI…TP YANG JELAS FILEMNYA KEREN MAS..

  23. Keberadaan mereka bagi kita (masyarakat modern) adalah tambahan wawasan dan sedianya nggak harus sertamerta memodernisasikan mereka.. they live the way they want – just preserve them as cultural enrichment.😀

    Moga2 pas balik dari hutan gak pake kena serangan malaria ya..

    ====>>> KEHADIRAN MEREKA JUGA JADI CERMIN BERHARGA BUAT KITA MAS…MEREKA BISA MENGHARGAI LINGKUNGAN DENGAN SEDEMIKIAN RUPA..SEMENTARA ORANG LUAR MASIH SAJA BERPIKIR UNTUK MEMPERKAYA DIRI DENGAN MATERI..MENEBANG POHON, MENJUAL TAMAN NASIONAL DAN HAL ANEH LAINNYA.

    MALARIA? MALARIA MEMANG MUSUH UTAMA ORANG RIMBA…MEREKA JARANG MENCRET, PUSING, TP AKAN MENYERAMKAN BILA TELAH KENA MALARIA….UNTUNGNYA SAYA NGGA PUNYA GEJALA MALARIA MS..JANGAN SAMPAI…:-)

    SALAM KENAL YA.

  24. waduuuh…mbak donnna cantik sendiri,ditengah tengah mereka. Jadi pengen kesana mbak….sepertinya menyenangkan….tapi kok warga perempuannya nggak kelihatan ya…??kenapa mbak ??..padahal kita perempuan umumnya narsis yah…suka di foto…
    Btw…makasih sudah sering jenguk Bunda..

    ====>>> HAHAHA…IYA BUND…NGERASA CANTIK SENDIRI SAAT DIKELILING PRIA RIMBA.
    MENGAPA KAUM PEREMPUAN TAK TERLIHAT…KARENA KAUM PEREMPUAN MEMANG TAK BOLEH DIPOTRET BUND…KAUM PEREMPUAN DI RIMBA SANGAT DILINDUNGI…KALO NEKAD DIPOTRET…LALU DISEBAR VIA BLOG/MEDIA…DAN TERLACAK SAMA LSM YANG MENDAMPINGI MEREKA..WAH BISA GAWAT BUND…DI RIMBA AKAN BERLAKU HUKUMAN DENDA RATUSAN HELAI KAIN….
    KAUM PEREMPUAN DI RIMBA JUGA JARANG KELUAR HUTAN…JIKA ADA YANG SESEKALI KELUAR HUTAN..ITUPUN BUKAN PEREMPUAN MUDA..TAPI KAUM PEREMPUAN YANG SUDAH TUA….UMUMNYA UNTUK KEPERLUAN MEDIS, DIDAMPING LSM BROBAT KE PUSKESMAS…SANGAT UNIK DI SANA BUND…DITUNGGU JADWAL BUNDA HANGING OUT DI JAMBI…
    MAKASIH JUGA UDH MAMPIR BUND…SEBAGAI ANAK YANG BAIK…YA HARUS SERING JENGUK BUNDANYA BUKAN…🙂

  25. Woowww…!!! salut dech buat artikelnyaaa…🙂
    lam knal jaaa…😉

    ====>>> THANKS BROTH..UDH MAMPIR DI SINI…
    SALAM KENAL KEMBALI YA….NICE MEET YOU…

  26. salut buat ceritanya mbak, salam saja buat Pangendum kalau ketemu beliau, dari sesama pengebut, sapa tau besok bisa saya ajak touring bareng, eh ngebut bareng, keliling puskesmas hehe.. saya yang diajari ngebut maksudnya🙂 o iya, mohon ijin link nggih..

    ====>>> HAHAHA…NANTI SAYA SAMPAIKAN…KALO ADA YANG BERNIAT NGAJAK DIA TOURING SAMBIL NGEBUT🙂 KELILING PUSKESMAS…HAHAHA

  27. Salut dengan Mbak DP. Perjalanannya meliput berita sungguh bikin kagum..

  28. pertamaxxx !!! kunjungi open house dan launcing adobejambi.com muahahah

  29. Salam..mbak. Numpang baca, kebetulan saya sering ketemu dengan sanak. Memang Sanak kito dibangko kalo pake motor dak pake helem, dak pake Surat-surat. dan yang pasti kalo ada razia polisi dak pernah nyetop.

  30. sahabat..blue bangga banget bisa bersapa denganmu
    ada sesuatu yang mungkin tak semua orang bisa melakukannya
    semangat serta salam persahabatn dari ku
    salam hangat selalu

  31. Pengalaman yang luar biasa, edian tenan bikin iri…
    pemerintah memang gak becus ngurus hutan. Untung masih ada Pangendum…dan untung masih ada anda..
    Salam

  32. mbak berani banget ya sama orang rimba, salut deh…..😉

  33. sip ! paling tidak, kamu bisa berperan aktif untuk hutan dengan mengenal Pangendum, Dona.
    ah, sampai saat ini aku hanya bisa menanam pohon di lingkunganku dan membuat puisi tentang (hutan) itu.
    sudah baca puisiku yang ‘sajak pohon’ dan ‘balada burung emprit dan lubuk kering’ ?

  34. Hidup Pangendum

  35. ga bisa komentar lagi deh … keren banget

    palagi ma Pangendumnya .. tidak melupakan adat … mudah2an banyak di conto ma anak muda jaman sekarang yg lebih bangga dengan adat luat ketimbang adat sendiri🙂

  36. wah jadi inget waktu ‘terdampar’ di sarolangun…

  37. orang rimba memang masih menyimpan beberapa hal misterius. laporan yg keren khas jurnalis. kumpulin don, bikin pdf_nya ntar kan engga kerasa bisa se-indonesia loh. cool!

  38. Ah, anak rimba.. sempet masuk berita tuh akhir2 ini.. gara2 ada konflik..

    Wah, C.. Kamu pernah ketemu si Butet Manurung belom ? Konon, waktu jaman masih sekolah, namanya Saur Marlina lho.. Kapan2, kalo ketemu, salam ya.. Bilang ajah ke dia, Santet..

  39. Dulu, dulu banget, saya pernah beberapa bulan ngajar di dalam hutan tepatnya di Kabupaten Banggai Kepulauan. Mungkin Psikologi yang sampeyan alami sama dengan yang pernah saya alami. Membaca Posting ini tiba – tiba ada yang melintas di hati saya…
    Salam Hangat

  40. viewnya kereeen bgt

  41. Wah sayang… Hanya untuk pribadi… Harusnya kalau di publikasikan kan malah OK… But it’s OK.
    O ya mbak Pakde kemarin minta foto suku anak dalam ma saya… Karena saya nggak punya ta suruh minta ke Mbak… Karena saya pikir mbak kan wartawan… jadi punya stok…
    Tapi aku kalau dikasih juga mau…:mrgreen:

  42. Oh ya mbak… Saya ada punya blog baru di blogspot.com Tapi isinya impor dari blog lama…:mrgreen:

  43. sahabat
    met tahun baru
    semoga berbahagia selalu hari hari serta keakrabanmu dengan saudara saudaramu

    salam hangat selalu

  44. Waaaaa….kawaii ayu jadi pengen ke sana….

  45. SAHABAT
    SEMOGA JALINAN PERSAHABATAN INI TERUS KITA KENANG YA
    SENANG RASANYA BLUE BERSAHABAT DENGANMU
    SALAM HANGAT SELALU
    JAM DUA BELAS NANTI POSTINGAN BLUE YANG TERAKHIR
    BACA YA

  46. tulisannya sangat menarik mbak.
    salam hormat buat saudar-saudara pangendum

  47. met tahun baru…mudah-mudahan kesehatan dan keberkahan senantiasa berlimpah di tahun ini ^O^

  48. INFO PENTING…!!!

    Bangsa kita saat ini sedang diHINA oleh
    2 negara tetangga kita.(infonya klik link saya)
    Sebagai bangsa yang berdaulat, kita pasti sungguh marah atas hinaan mereka.

    Sampaikan pesan ini ke bloger lainnya..!!

  49. just parking 5 minute dan moco web sekaligus
    datang numpang mampir ngerokok dan ditemani secangkir kopi🙂

  50. Kunjungan Perdana !!!!!!!!!
    salam dari KalSel

  51. hai mbak…apa kabar…kok lamaaa sekali gak kunjungi Bunda…
    Sibuk apa lagi nih…?// moga moga sehat aja ya..

  52. Mbak, your story is so touchy and inspiring ..!

    Congratulation….

  53. Saya kagum dan salut kepada Mbak yang telah berbuat sesuatu bagi mereka suku anak dalam yang ada di Jambi, semoga Anda lebih sukses dimasa yang akan datang.
    Saya sendiri merasa malu dan kerdil karena belum bisa berbuat apa apa uat Bangsa ini…
    Salam dari Antwerp belgia…

  54. subhanallah

  55. Dona,
    Do you remember me? Reply me back.
    Balaji.

  56. semangat terus mba..🙂

  57. sdh lama aku tdk berkunjung kesini.
    bagaimana khbrnya?

    salamku

  58. Salam kenal dari blogger Pekanbaru, ini kunjungan perdana saya pada blog anda. tulisannya bagus. kunjungi juga blog saya ya. salam

  59. Wah asik neh bisa berinteraksi dengan suku anak dalam

  60. whua, baru sadar saya, kalo sungguh sayang bila saya melewatkan cerita2 mbak Dona di blog ini. Ini blog hebat, karena berita cerita reportase petualangan seorang wartawati. salut.🙂

  61. Salam kenal Mbak Dona, posting yang menarik..saya dulu sekali pernah terkesima dengan saudara-saudara kita di Wamena..itu yang langsung sy alami. Saat ini saya terkesima pula dengan saudara2 kita Suku Anak Dalam. Ingin sangat bergabung dengan mereka di sana. Sungguh luar biasa ketika bisa saya injakkan kaki di sana, begini saja sudah sangat terasa. Makasih, Mbak.

  62. salam kenal dari sebuah tempat dijambi

  63. Kehidupan ini bagaikan kata Tangis Dan Cinta, seperti Malam Dan Siang yang selalu beriringan meskipun sangat tipis perbedaannya. kadang ada Tawa kadang ada Air Mata, Kita di takdirkan untuk saling Menyayangi Tapi, terkadang kita tidak bisa untuk saling Mencintai antara sesama . terkadang karena paras seseorang lebih memilih tuk selalu berlari dalam sepi .

    pada dasarnya seseorang terlahir dalam dunia ini, sama halnya tak ada yg membedakan, orang rimba, atau dari suku ke etnis lain itu sama. hanya saja nasib seseorang yg membedakan kehidupan pada momen2 tertentu .

    senang liat yuk dona , , , sukses selalu menyertai . by .Anak Mami .

  64. Saya sangat kagum dan bangga sama Mbak…Smoga masyarakat dan pemerintah memperhatikan ekosistem alam…jangan dirusak hanya demi keuntungan materi….ada yang lebih berharga dari itu…jaga kelestarian alam….semoga dapat menjadi CONTOH…..

  65. ku dukung artikelmu supaya mudah mudahan bisa untuk kritik membangun bagi dephut.terus perangi kerusakan hutan.

  66. Salam kenal Dona.
    Saya sedang ‘mencari’ artikel tentang orang rimba. tau-tau nyasar disini….nyasar yang membawa berkah nih.
    Boleh ngelink khan?

  67. lanjut kan …

  68. ====> salam kenal kembali irna…sori baru bls..soalnya udh jarang sekali buka blog…🙂

  69. ====>> makasih tio…semoga saja…

  70. ====>> makasih arman..sukses juga untukmu….semoga…semoga saja bs jadi contoh….🙂

  71. Kunjungan balik mbak dona. Keren banget deh bisa mendapat pengalaman yang tidak semua orang bisa dapatkan. Sukses terus ya mbak.

  72. ====>> makasih mbak….sukses juga buat mbak yanti..salam buat keluarga….

  73. keren don…, jadi ingat sama tumenggung tarip …., !! hik hikkk

  74. HEBAAAT, hanya itu yg dapat saya ucapkan, andai semua generasio muda seperti anda negeri ini cepet MAJU, yang ada negeri mencari kerja cuman di kota

  75. postingan yang menarik
    dan penuh tantangan
    btw, tak semua orang
    bisa bersahabat dengan anak rimba
    mantaaap sista…
    maju teruuuussssss

  76. Salut buat mba. Keren…

    ====>>> makasih saudara sebangsaku🙂

  77. Mantap liputannya,ak ksh 2 jempol untuk mbak.
    Tp apa nggak risih ni mbak,ngelihat pemandangan seperti itu?

    ====>>> makasih mas agus….ngga risih kok..ternyata perbedaan yang membuat kita jd berwarna he

  78. hi, mbak Dona…saya dr Witarun Hamid mantan kepala puskesmas Pematang Kabau – Sarolangun Jambi era 2002-2004 ……senang rasanya bisa mendapat info tentang SAD melalui mbak Dona…..saya sangat prihatin mengenai nasib SAD…….

    Salam,

    Witarun H.

    =====>>> salam kenal kembali pak dokter…wah berarti Anda kenal dengan Dr Asnim asal Bangko Ya? terimakasih telah membaca tulisan saya…salam kenal buat bapak….

  79. wuah..memukau..

    ====>> thanks sahabat……

  80. stupid! pemerintah gak becus! hutan itu tidak seharusnya di tebang begitu rupa! hasilnya sangat merugikan semua makhluk di bumi ini! bumi akan kepansan! atau global worming untk org idiot yg buta matanya cuma bisa liat perutnya aja! HARIMAU ,AJAH,BADAK DAN LAINNYA AKAN PUPUS! TOLONG DI TANGANI DG SERIUS UNTK SISA HUTAN YG MASIH ADA!

    SIAPA YG BERTANGGUNGJAWAB ATAS KEMATIAN WARGA YG DI MAKAN HARIMAU???

    ITU KARNA ULAH MANUSIA TIDAK BERADAP YG MENEBANG HUTAN SEMBARANGAN!! ORANG YG KERJA DI PUCUK ITU LEBIH BERHARGA DAN BERMARTABAT DARI PADA ORG2 YG MENEBANG HUTAN SECARA ILEGAL ITU!!

    LETS SAVE THE EARTH AND DONT LET THE ANYMALS BECAME EXTINCK!!

    PARA PEMUDA DAN MAHASISWA SEHARUSNYA MAMPU MNEGHENTIKAN INI TAPI MANA DAN SIAPA YG MAU MENGANGKAT BAHU???????

    WAKE UP PEOPLE WAKE UP!!

  81. menarik postingannya…salam kenal slalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: