Dona Naik Heli… :-)

Naik Pesawat? Wah ini pasti sudah sangat biasa…Bagaimana dengan naik helikopter? Bagiku ini cukup tidak biasa. Selama hidup, aku hanya sekali naik benda berbaling ini. Apalagi kalau bukan karena urusan liputan berita.

Helikopter yang aku tumpangi sekitar dua tahun lalu ini, merupakan milik Polda Jambi. Ketika itu, hanya ada tiga wartawan yang diangkut untuk meninjau langsung lokasi longsor di Muaro Emat Perbatasan Kabupaten Merangin dan Kabupaten Kerinci, yaitu Aku dari Jambi Ekspres dan Rolan Hasibuan dari Jambi Independent dan satu dari TVRI Jambi. Tentu saja bukan hanya kami saja yang dibawa terbang, tapi juga ikut dalam heli yang sama, Gubernur Jambi Drs H Zulkifli Nurdin dan Kepala Dinas (Kadis) PU Provinsi Jambi Ir Nino Guritno.

Aku termasuk orang yang buta dengan tipe ataupun jenis heli. Seingatku, heli yang kami tumpangi ukurannya cukup luas, entah tipe apa aku juga ngga ngerti dan lupa nanya. Heli ini, diisi oleh tujuh orang,   Pilot yang duduk paling depan, lalu di deretan kedua duduk Pak Gubernur dan pak Kadis PU, mereka menghadap ke depan, dibelakangnya ada aku, Bang Rolan dan Bang TVRI, duduk sambil membelakangi punggung pak Gubernur, dan satu orang Co Pilot yang duduk tepat menghadap kami…Alhamdulilah..ketika itu, co pilotnya sungguh manis..hahah…

Perjalanan pertama dengan Heli ini cukup mulus…entah karena aku berangkat dengan Orang Nomor satu di Jambi, atau karena aku emang lagi beruntung. Tidak ada ketakutan dan rasa was-was sama sekali. Padahal aku punya teman kuliah (Melva), yang adiknya tewas gara-gara jatuh naik heli di Sumatera Barat.

Kami berangkat dari Bandara Sultan Thaha sekitar Pukul 09:00 Pagi.  Di dalam Heli, aku disambut dengan beragam jenis makanan, keranjang buah siap santap menanti…duuuh..amboy lah pokoknya…

Membelakangi/Dibelakangi Gubernur Jambi saat Terbang Perdana dengan Heli Milik Polda Jambi Hee..

Membelakangi/Dibelakangi Gubernur Jambi saat Terbang Perdana dengan Heli Milik Polda Jambi Hee..

Meski saat itu banyak makanan dan terbang bareng Gubernur, jangan mengira naik heli bisa senyaman naik pesawat terbang biasa. Ternyata, ada banyak alasan mengapa naik heli jadi sangat tidak nyaman yang kurasa. Pertama, bising sangat. Ketika itu, semua harus menggunakan penutup kuping yang cukup kuat dan rapat. Al hasil, aku dengan yang lain hanya sibuk senyam senyum tanpa mengeluarkan satu kalimatpun, percuma juga mau ngomong pasti tak akan terdengar, mesin heli cocok masuk kategori polusi udara berat. Aku juga sempat sesekali mengintip Pak Gubernur, sekitar 50 menit perjalanan kami, beliau hanya menatap ke luar kaca jendela dan tak mengeluarkan satu patah kata pun dengan teman sebangkunya, Pak Kadis PU..Kasian juga..speechless gitu hahaha.

Alasan kedua mengapa naik heli tidak nyaman adalah. Jendelanya bisa buka tutup layaknya mobil. Sebagai wartawan perempuan yang menjaga kencantikan hahaha, jujur, aku sangat terganggu ketika jendela terbuka dan ada angin dahsyat menerpa muka. Untung, co pilot yang duduk tepat di depanku cukup paham dan menutupnya kembali. Seingatku, jendela bisa bebas dibuka ketika heli telah terbang pada ketinggian yang stabil, bukan saat take off ataupun saat landing. Tapi tetap saja, ini adalah hal yang cukup mengerikan bagi ku….beda banget dengan naik Garuda, Mandala, Lion, Riau Airline dan lain-lainnya!.

Alasan ketiga mengapa naik heli jadi tidak nyaman, karena aku ngerasa seperti naik andes alias angkutan desa. Kursinya tidak semua menghadap ke depan, tapi malah ada yang menghadap ke belakang seperti yang aku duduki ketika itu. Cukup menganggu, karena aku udah infill duluan dan berasa mabok udara, pusing dan pengen muntah. Meski tak sempat muntah karena disumpel mulu sama buah-buahan segar, tapi tetap saja, ketika itu aku terganggu. Kesimpulannya, naik heli menurutku memang lebih cocok untuk perjalanan berdurasi pendek. Jangan pernah mimpi deh Naik Haji pake Helikopter…Bisa Gagal Ibadah…:-)

Tapi aku cukup beruntung, pengalaman yang baru sekali itu, telah membawa aku merasakan, betapa jarak Tempuh Kota Jambi – Kabupaten Merangin itu sangat Singkat. Dari atas Heli pula, aku bisa melihat secara jelas hutan-hutan mana yang masih utuh dan mana yang sudah botak digunduli. Wajar memang, mengingat heli tidaklah terbang dengan ketinggian seperti pesawat terbang biasa. Dari sini pula, aku menyadari, betapa perkebunan sawit di Provinsi Jambi ini sangat luas, aku melihat secara nyata, hamparan kebun sawit jauh lebih meraja dibanding sawah ataupun kebun karet. Dari atas heli juga, aku sempat berpikir, lama-lama Jambi akan Nol produksi padinya akibat masyarakat lebih tertarik menanam sawit. Lantas.. anak cucu kita nanti kalo mau makan nasi pasti kemahalan beli beras karena padi didatangkan dari luar.  Dan ada banyak pikiran antik lain yang terbesit ketika itu.

Usai meninjau lokasi longsor di Desa Sungai Melancar Muara Emat. Kami makan siang di rumah makan yang hanya berjarak 1 km dari lokasi longsor, tentu saja ditraktir sama Bupati Merangin dan Bupati Kerinci yang ketika itu udah menanti di lokasi, istirahat…lalu betolak ke Kota Jambi. Kembali menggunakan tutup telinga dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Jujur, ketika itu rambutku sangat kusut dibuatnya, ketika naik dan turun, angin baling-baling heli menerpa cukup hebat. Tapi tak apalah…yang penting aku dapat berita bagus, foto bagus dari lokasi longsor dan juga pengalaman bagus. (***)

~ by donapiscesika on July 9, 2010.

15 Responses to “Dona Naik Heli… :-)”

  1. Nice moment…

    ====>> thanks ya🙂

  2. huh sedap pingin rasain ni naik heli kapanya,, cerita yang asik ni mbak dona…

    ====>>> pasti bisa…tp enakan naik pesawat deh …swear!

  3. pernah naik heli dan helinya hampir jatuh?🙂 jangan sampelah ya….
    salam kenal mbak jurnalis🙂


    ===>> Ngga sampe jatuh kok heli nya…🙂
    salam kenal kembali ya….

  4. wah enak bisa liat jambi dari atas ya…

  5. banyak alesan gag nyaman naik heli tapi teteeeeeeepp gw pengennn naeik heli guk guk hahah

  6. wah enak tuh bisa naik hely,..
    aku kapan yah,..

  7. wah aski juga yah naik heli…. trus bisa melihat kota jambi dari atas, indahnya …………..

  8. mampir nich…
    menarik sekali blog anda dan saya menyukainya..
    salam….
    oh ya ada sedikit info nich tentang kayu jabon dan bibit jabon semoga bermanfaat…🙂

  9. Enak gak ya naik heli

  10. baru punya heli mainan.. pengin naik heli beneran.. tapi bkn dlm rangka liputan bencana..😀

  11. saya baru punya heli mainan.. pengin naik heli beneran.. tapi bkn dlm rangka liputan bencana..😀

  12. wah pasti seru ya.🙂

  13. wah enaknya bisa naik heli, beruntung bgt yah…

  14. wah jadi pengen naik heli😉😀

  15. wah mungkin bisa jadi pengalaman menarik tuh buat menambah wawasan dan kesan naik heli😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: