Go Obama !!!!

•November 6, 2008 • 7 Comments

Pidati Kemengan Obama Tanpa Teks

Pidato Kemenangan Obama Tanpa Teks

“Bagi Pemirsa di seluruh dunia, takdir ini akan kita rasakan bersama!,”. Kalimat ini diucapkan Obama saat pidato kemenangannya, aku kutip dari siaran langsung MetroTV siang kemarin (5/11).

Situs, Televisi, Radio, Semua Menggemakan Kemenangan Obama

Situs, Televisi, Radio, Semua Menggemakan Kemenangan Obama

Benar saja, kemengan Obama mampu dirasakan banyak orang, meski berbeda negara, suku dan ras, termasuk aku!. Sebagai fans berat Obama, tak salah pula kiranya mengapa aku sangat fokus dengan kemenangan Obama. Mengikuti secara cermat detik-detik kemenangannya. Menunggu dengan sabar pidato kemengannya dari televisi nasional, tak beranjak dari situs-situs yang menayangkan tentang kemenangan Obama.

Tak bisa dijabarkan dengan banyak kata, bangga dan salut, hanya ini yang bisa aku lukiskan tentang sosok muda yang tampil apik, professional dan juga memiliki visi tak biasa ini. Go Obama…!!! Semoga di Indonesia, akan lahir sosok-sosok seperti Obama, dan juga suasana berdemokrasi seperti saat pemilihan Obama.

Obama dan sang istri Michelle sesaat sebelum Pidato Kemengannya kemarin (5/11)

Obama dan sang istri Michelle sesaat sebelum Pidato Kemengannya kemarin (5/11)

Tak bermaksud plagiat, foto-foto saat pidato kemengan Obama ini, kemarin siang, aku “curi” dari tayangan MetroTV untuk koleksi pribadi agar bisa pula dinikmati bersama. Tidak untuk diperjualbelikan…hehehe….

Advertisements

Mudik ke Dusun , Bahagia tapi Ada Kecewanya..

•November 2, 2008 • 14 Comments

Mudik sekali setahun benar-benar seru. Meski udah sebulan berlalu, rasanya masih aja pengen cerita tentang kampong ku, dusun ku dan juga tempat kelahiran ku itu…Aku ingin menceritakan dua versi perasaan yang aku rasakan selama di dusun saat Lebaran lalu.

Bahagia

Karena beberapa faktor:

  1. Berkumpul utuh satu keluarga, apalagi melihat kedua orang tua ku yang bahagianya tak kalah ketulungan. Gimana tidak, hari-hari mereka yang biasanya hanya dilalui berdua, mendadak 5 hari jadi rame. Ada aku ma suami, juga ada adik laki-laki ku yang datang dari kota tempat ia dinas, Bengkulu, lengkap sudah.
    Kata ayah..sejak kami pulang..ibuku jadi terlihat lebih muda 20 tahun...sekarang usia beliau 56 tahun..mm…good opinion jg..

    Kata ayah..sejak kami pulang..ibuku jadi terlihat lebih muda 20 tahun...sekarang usia beliau 56 tahun..mm…good opinion jg..

    nih..adikku...cakep khan..sama ma kk nya..huehuehue

    nih..adikku...cakep khan..sama ma kk nya..huehuehue

    liaaat...bahagianya orang tuaku saat anak-anaknya yang manis-manis ini pulang

    liaaat...bahagianya orang tuaku saat anak-anaknya yang manis-manis ini pulang

    “Aku merasa sangat kayaaaa….” Ah ibuku paling pintar meneriakkan kalimat mendebarkan….

  2. Bertemu sanak saudara. Kami memang bukan keluarga besar. Tapi dari saudara yang hanya seitrit itu..senang rasanya bisa ketemu satu sama lain. Apalagi ketemu lkembali ma tetangga. Di dusun, tetangga itu sama dengan saudara juga, sangat dekat!
    sanak keluarga datang....hanya di dusun aku bisa melihat mereka rame datang...

    sanak keluarga datang....hanya di dusun aku bisa melihat mereka rame ngumpul..

  3. Balas dendam selera. Ibu ku orang paling pintar masak, nah berhubung anaknya ini belum sehebat beliau. Jadi aku lampiaskan untuk bisa makan masakan enak buatannya.
    kalo kami semua pulang...ibu ku jadi orang paling bernapsu masak apapun

    kalo kami semua pulang...ibu ku jadi orang paling bernapsu masak apapun.."Lg repot nih.."

    Si Petani sedang memetik buncis..beli buuuuuk?

    Si Petani sedang memetik buncis..beli buuuuuk?

    segeerr...nih namanya terong rebus ma pucuk ubi alias daun ubi...semua ngga di beli...tp di tanam sendiri...

    segeerr...nih namanya terong rebus ma pucuk ubi alias daun ubi...semua ngga di beli...tp di tanam sendiri...

    makanan khas dusun yang luarrr biazzaa.. ex: gulai jengkol..hehehe, gulai jamur kukur, sop jamur telinga Bruk., rebus terong, buncis dan pucuk ubi, gulai ikan Semah, goreng ikan mujahir dan banyak lainnnya. Dijamin semua ngga bisa ditemui di Kota Jambi.

  4. Bulan madu lagi. Berhubung Kerinci adalah daerah dingin…yaaaa tau sendiri deeee…huehuehue.
    nah kalo ini...pra nimun...

    nah kalo ini...pra nimun...

    nah ini saat nimun-nimun tahap I..hehehe

    flashback: nah ini saat nimun-nimun tahap I..hehehe

     pose...sambil menikmati indahnya alam di dusun...sekalian honeymoon tahap II..hehe

    pose...sambil menikmati indahnya alam di dusun...sekalian honeymoon tahap II..hehe

  5. Reuni “mini” ma teman-teman SMP dan SMA dulu…wiiihh…gilee…udah pada berubah semua. Ada yang udh punya anak, ada yang baru hamil, ada yang dandanannya udah kayak tante-tante..ada yang tetap funkeeee…seperti akyuu….hehehe ..dan beragam lainnya. Tapi sangat seru….
  6. Dan banyak hal seru lainnya.

Kecewa:

Jalan hancur! Parah! Sejak zaman dahulu kala, zaman baheulak dulu, Jalan ke Kerinci sudah sangat hancur. (Dari Sumbar-Kerinci maupun dari Kota Jambi – Kerinci maupun di dalam daerah Kerinci itu sendiri!). Itupun tak berubah sampai tahun 2008 ini!. Kota Jambi – Kerinci yang hanya 500 Km. Harus kami tempuh dengan waktu tempuh 13 Jam!. Ngga tahu apa aja kerja pemerintah sana…dan apa aja kerja pemerintah provinsi ini…kayak ngga peduli aja..huh!!

lihat lobang jalan yang menganga...gmn ngga kecewa!

lihat lobang jalan yang menganga...gmn ngga kecewa!

Suamiku sampe 1 juta kali alih-alih persneling. “Beb, ntar anak kita, suruh jadi Mentri PU aja yah! Biar pas kita tua, 30 tahun lagi, sat mudik, nih jalan udah bagusan…kalo udah reyott…masih beginian…bisa tambah reyyot dong beb…” suamiku akhirnya menggerutu juga….nasiib nasiibbb.…

Pulang ke Dusun, Lepas Kangen, No Blog..

•September 29, 2008 • 12 Comments

Gembira rasanya…sore ini akhirnya bisa menggapai cita..pulang ke dusun…

Sebagai anak yang terlahir di pelosok desa, aku punya banyak kenangan Lebaran super indah sedari kecil…

 

Di dusun yang jarak tempuhnya 12 jam dari Kota Jambi itu..dulu aku pernah sangat rela jalan kaki berkilo-kilo hanya untuk nimbrung keramaian desa tetangga..agar bisa naik buaian “keling” (*buaian putar terbuat dari kayu tanpa mesin, harus diputar staf khusus).

 

Di dusun yang sepi dan berhutan lebat itu..dulu aku pernah gatal-gatal karena baju gaun baruku yang mengembang..penuh dengan tonjolan benang nilon, menusuk-nusuk dan buat gerah…

 

Di dusun yang pinggirannya penuh sawah itu…dulu aku pernah menghabiskan lebaran dengan kegiatan “menagguk” (* menangkap ikan dengan alat tangkap dari anyaman bambu) …jadi jangan heran..saat lebaran tiba…anak-anak bukannya tampil rapih tapi malah penuh lumpur parit sawah…

 

Di dusun yang dingin itu…lima hari libur ku tahun ini akan dihabiskan..berkumpul dengan ibu, bapak..satu-satunya adik laki-laki ku dan juga suami tercinta….

 

Tapi..di dusun itu…aku mungkin ngga bisa ngeblog…aku ngga begitu yakin Flash andalanku bisa berfungsi cepat dan lancar di sana..berhubung untuk mendapatkan sinyal GSM saja…semua HP harus kami gantung di pintu dengan keranjang khusus..Pasti akan kangen dengan sahabat Blogger semua….tapi aku janji saat kembali ke Kota Jambi…akan ku rangkum cerita tentang dusunku yang indah itu…Selamat Lebaran semua…Maaf Lahir Bathin….i’ll be missing u all..

 

Kali Pertama Melayani Suami…

•September 26, 2008 • 13 Comments

Sepanjang hidup, ramadhan bagiku terasa berbeda-beda.

 

Saat kecil…(SD)

Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu dengan debar luar biasa. Aroma ramadhan bahkan bisa terdeteksi jauh-jauh hari. Jika mulai berpuasa,  ada banyak cerita, jadwal jadi padat sekali, mulai dari  tadarusan, tarawehan (meski lebih semangat minta tandatangan ustadz dari pada benar-benar sholat) dan lainnya. Cerita buruk dan tak kalah lucu, saat tak tahan haus, pernah pula aku diam-diam minum air kran, setelah jadwal buka datang, baru deh diserbu rasa bersalah luar biasa.

 

Saat Remaja….(SMP – SMA)

Tak banyak yang terekam…aku termasuk orang yang dewasa sebelum saatnya..Maksudnya, ketika banyak remaja seusia ku sibuk berdandan, menciptakan kepang rambut, membahas obat jerawat terbaik, berbisik-bisik membahas lawan jenis, JJS ke toko buku…aku malah lebih banyak menghadapi masalah berat. Memikirkan masalah yang seharusnya belum pantas aku pikirkan…Ramadhan yang terekam hanya pesantren kilat, lapar dan gitu-gitu lah…

 

Saat  Matang…(Kuliah)

Aku mulai mencetak banyak sejarah..punya banyak teman, bergaul dengan isi dunia..mandiri karena kos dan jauh dari kampung halaman.  Ramadhan  aku melahirkan banyak cerita bahkan juga sangat Top..Di kosan Top sebagai anak yang paling susah dibangunin ketika sahur. Di kampus Top karena selama ramadhan, kuliah pagi sering bolos. Di tempat kerja, Top karena pegang banyak peranan penting. Di mata ibu kos juga paling Top karena jarang tarwehan. Saat kuliah pula..aku merasa betapa berat godaan puasa karena punya cowok yang jahilnya minta ampun..hihihi..ah..pokoknya banyak cerita…

 

Saat Dewasa

Sebelum menikah

Baru hitungan hari pasca wisuda, aku langsung bekerja. Lagi-lagi jauh dari orang tua dan kembali jadi anak kos. Ramadhan, aku jadi jarang taraweh karena pekerjan, aku jadi sering buka di luar karena pekerjaan, aku sering sedih dan teramat senang juga karena pekerjan. Pekerjan dan Ramadhan begitu akrab bagiku…yang membedakan, pekerjaan membuat aku bahagia, ramadhan membuat aku lebih tenang dan lebih baik dari hari biasa.

 

Setelah menikah…

Tahun ini jadi tahun pertama ramadhan bersama suami karena emang baru tahun ini menikah. Menyiapkan buka dan sahur untuk suami, melayani suami dengan sesungguh hati,,(cieeee). Aku tak mengira ternyata ini adalah pekerjaan ringan..tidak seberat yang aku pikirkan dulu. Ringan, pertama karena suamiku bukan orang rewel soal makanan. Kedua, aku enjoy aja dengan status dan kerjaan baru ini. Ketiga aku emang jarang nyiapin buka dan sahur buat dia hehehe. Jarak yang memisahkan kami karena pekerjaannya dan pekerjaanku, menjadwalkan pertemuan cukup satu kali seminggu. Meski jarang ketemu…r  amadhan tahun ini tetap jadi sangat berbeda..lebih indah…seru dan benar-benar           mengasah keimanan….

 

 

Lelah tapi Suka…

•August 23, 2008 • 27 Comments

Setahun terakhir aku mulai merasa agak lelah…

Empat Pekerjaan sekaligus yang aku jalani …

Telah membuat aku …

(1) Diprotes suami.

(2) Jarang memperhatikan diri sendiri.

(3) Ngga pernah lagi tidur siang

(4) Bangun pagi badan selalu pegel

(5) Stop aerobic

(6) Jarang isi blog

(7) Jarang cek friendster

(8).. Boros BBM…hilir mudik ngurus semuanya..cappe

(9). Boros pulsa..untung ada yang bayarin tiap bulan. Thanks beb!

(10) Jarang nongkrong di warung favorit – Kantin DPRD bok!

(11) Gaya makin berantakan, udah berantakan, makin lagi!

(12) Sering ninggalin sholat

(13) Ngga kaya-kaya amat. Kata suami ku: kayaknya masih tetap kaya aku deh hone..huh!

(14) Jadi bahan omongan, ibu, bapak, adek tante, dan semua

(15) Ngga kenal tetangga. Bahkan ada yang kalo ketemu pasang wajah sirik..duh!

(16) Jarang masak.

(17) pokoknya…arrrggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!

Menghentikan salah satu atau fokus saja dengan salah satu,

rasanya sayang..karena semua sudah terlanjur berjalan lancar..

bahkan tak menganggu pekerjaan inti, pekerjaan anak inti, dan pekerjaan cucu intinya.

Tapi untuk diri sendiri?? Ampuuuunnnnnn!

Krisis Listrik…Membunuhku…

•August 15, 2008 • 15 Comments

Pemadaman bergilir listrik telah membunuh banyak aktivitas.

Ya masyarakat biasa ya pelaku bisnis…semua kena imbasnya..

Di Kota Jambi,

semua lingkungan dijatah dengan jadwal: tiga jam padam dan enam jam hidup…

Akibatnya..semua kegiatan terbunuh sementara..

Seperti malam kemarin…


jam segini biasanya aku udah ngorok...demi listrik...ku tahan sampe jam 12...uuuaaaaa...

jam segini biasanya aku udah ngorok...demi listrik...ku tahan sampe jam 12...uuuaaaaa...

(1) Aku harus menahan kantuk hingga tengah malam nunggu listrik menyala hanya untuk sebuah e-mail! ..email penting yang sembunyi di balik monitor mati!

(2) Aku harus rela digigit nyamuk, gara-gara obat nyamuk elektrikk ku ngga berfungsi.

Plook…plaaaak…!! … semua berantakan karena telapak tangan musti main silat-silatan ma nyamuk…

komputer mati, obat nyamuk mati,  lengkap sudah penderitaan..

my lover comput mati, obat nyamuk mati, lengkap sudah penderitaan..

(3) Semua sesi pekerjaan yang media pendukungnya harus dialiri listrik, berantakan dan jadi kacau balau!

stres..uhuk uhuk uhuks!

stres..uhuk uhuk uhuks!

(4) Pelanggan “usaha sampinganku” ngambek, gara-gara ponselku mati ngga bisa dihubungi, low bat…profitku jadi minus…

GPRS ngadat, semua ponsel mati, buntu! ngga ada solusi lagi!

GPRS ngadat, semua ponsel mati, buntu! ngga ada solusi lagi!

Bupati Hobi Nyawer..

•August 8, 2008 • 15 Comments

Jambi memiliki 9 kabupaten dengan masing-masing bupati, yaitu:

(1.) Tanjung Jabung Barat :  Syahrial

(2.) Tanjung Jabung Timur :  Abdullah Hich

(3.) Batanghari : Syahirsyah

(4.) Muarojambi : Burhanuddin

(5.) Sarolangun : Hasan Basri Agus

(6.) Tebo : Madjid Muaz

(7.) Bungo : Zulfikar

(8.). Merangin : Nalim

(9.) Kerinci : Fauzi Siin

Diantara para bupati di atas…ada satu yang memiliki tabiat sangat aneh dan menurutku dangdut banget….yaitu nyaweeer….Sawerannya bisa ke siapa saja, dimana saja dan kapan saja…selagi dia mood…duit warna merah, biru, hijau dst bisa tersebar dan bisa beterbangan kemana-mana…pokoknya saweerrrrrrrCappe Deeeh!.. 😦